Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tower baru AirNav Indonesia. Foto: IST

Tower baru AirNav Indonesia. Foto: IST

Airnav Jadikan Yogyakarta Pusat Navigasi Jalur Selatan

Sabtu, 28 Desember 2019 | 14:33 WIB
Tri Murti

BANDUNG, investor.id  - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia akan menjadikan Yogyakarta sebagai pusat kendali lalu lintas di Jalur Selatan Jawa.

“Kami optimalisasi Yogyakarta menjadi pusat pelayanan navigasi di area Selatan, khususnya untuk level ruang udara rendah di bawah 24.500 kaki,” kata Direktur Utama Novie Riyanto dalam Airnav Workshop di Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/12).

Nantinya, lanjut dia, bandara-bandara yang ada di wilayah Selatan, seperti Bandara Tasikmalaya, Solo, dan Semarang pengendalian lalu lintasnya berada di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Kulonprogo di Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: IST
Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Kulonprogo di Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: IST

“Contoh Semarang, Solo termasuk Adisutjipto kami sentralisasi ke Yogyakarta, termasuk bandara-bandara sipil Kemenhub kita sentralisasi ke sana. Kertajati, Bandung ke Yogyakarta juga Airnav akan buat pelayanan terbaik,” ujar dia.

Bandara-bandara di jalur Selatan, seperti Bandara Wirasaba, Purwokerto dan Bandara Wiriadiniata Tasikmalaya, kata dia, akan dikomersialkan statusnya menjadi enclave civil, sehingga pergerakan diperkirakan makin meningkat.

“Karena itu kami butuh sentralisasi di Yogyakarta karena Bandara Wirasaba dan Wiriadinata akan dikomersialkan,” katanya.

Ditambah, lanjut Novie, Bandara Husein Sastranegara Bandung akan dijadikan pusat penerbangan pesawat baling-baling dan Bandara Kertajati hub umrah dan haji serta pesawat jet di Jawa Barat dan sekitarnya.

Jalur penerbangan Selatan Jawa merupakan jalur penerbangan yang sudah dibuka untuk jalur penerbangan komersial yang sebelumnya hanya digunakan untuk jalur penerbangan pesawat militer.

Hal itu merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kepadatan di Jalur Utara Jawa.

“Kami sudah siapkan, akan semakin optimal tidak ada keluhan dari pihak lain,” katanya.

Investasi di jalur Selatan merupakan bagian dari program Airnav Indonesia pada 2020, selain peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan layanan di lima destinasi pariwisata superprioritas dan pengembangan fasilitas navigasi penerbangan di Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur.

Navigasi Ibu Kota Baru

AirNav Indonesia.
AirNav Indonesia.

Pada bagian lain, Airnav Indonesia siap meningkatkan infrastruktur navigasi di Ibu Kota baru, Kalimantan Timur. Novie Riyanto menyebutkan, terdapat tiga bandara berdekatan yang mendukung pengoperasian penerbangan di Ibu Kota baru, yakni Bandara Samarinda Baru APT Pranoto, Bandara Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Syamsudinoor Banjarmasin.

“Ibu Kota Negara, juga program strategis kami pada 2020, ada tiga bandara yang dekat Ibu Kota, yaitu Balikpapan, Samarinda, dan Banjarmasin,” kata Novie.

Dia menuturkan, pihaknya akan memasang sistem pendaratan dengan menggunakan instrumen (instrument landing system) di Bandara Samarinda karena pergerakan lalu lintas penerbangan di Ibu Kota akan sangat padat, sehingga dibutuhkan fasilitas yang memadai.

“Kami tentu saja sesuaikan rencana pemerintah, sebagai penyelenggara layanan navigasi kami lakukan yang maksimal. Di Samarinda, baru kami ingin pasang instrument landing system, sehingga pendaratan lebih presisi dan terlayani dengan baik,” jelas dia.

Di samping itu, Novie mengatakan, konsep ibu kota Negara adalah smart city di mana akan dibangun bandara VIP untuk tamu-tamu negara.

“Bandara VIP harus memenuhi persyaratan standar keselamatan yang sangat baik, pendaratan presisi, komunikasi bagus dan tower memenuhi syarat,” katanya.

Novie mengatakan, pihaknya juga akan mengembangkan untuk pengaturan lalu lintas drone di Ibu Kota Baru.

“Airnav akan terlibat aktif dalam pengembangan smar t airport, smart city, dan drone operation menjadi konsep kita fully support automacy,” katanya.

Selain itu, Airnav Indonesia juga meningkatkan layanan navigasi di lima destinasi super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

“Untuk 2019, kami fully support program-program pemerintah, seperti lima destinasi Bali baru, Borobudur, Mandalika, Toba, Labuan Bajo dan Manado,” jelas dia.(ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN