Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Iskandar Simorangkir. Foto: youtube

Iskandar Simorangkir. Foto: youtube

Akhir Agustus, Korban PHK dan IRT Dapat Manfaatkan KUR Super Mikro

Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:39 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -- Pemerintah akan memberikan KUR Super Mikro pada akhir Agustus dengan nilai pinjaman maksimum Rp 10 juta per debitur dengan bunga nol persen. Kredit ini ditujukan bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang ingin memulai usaha baru dan ibu rumah tangga (IRT) yang memiliki usaha produktif.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyampaikan, kebijakan ini akan dilaksanakan setelah Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) difinalkan.

Menurutnya, kredit ini berbeda dengan modal bantuan langsung tunai (BLT) bantuan sosial sehingga tidak perlu mendaftar. Sebab, kredit hanya ditujukan bagi seseorang yang terkena PHK dan IRT yang mengalami masalah penjualan.

"Kita targetkan Agustus sudah mulai bisa jalan. Ini kan sebenarnya pola bisnis biasa. Debitur tidak perlu mendaftar sepanjang dia layak dan bank bisa menyaring. Maka kita minta bank menargetkan jadi kita serahkan saja ke bank mekanisme pasar berlaku,” jelas Iskandar Simorangkir dalam konferensi pers, Kamis (13/8).

Ia mengatakan, pada tahap pertama KUR super mikro bunga nol persen akan menjangkau 3 juta debitur dengan plafon Rp 12 triliun dan jumlah kredit yang dapat diajukan setiap debitur mencapai Rp 10 juta. Tetapi Iskandar memperkirakan, rata-rata pengajuan yang akan masuk kemungkinan berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta.

Dengan usulan-usulan saat ini, pemerintah akan menanggung bunga kredit super mikro sebesar 19% hingga 31 Desember 2020.

Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan bahwa subsidi bunga yang ditangggung pemerintah sebesar 19% termasuk penjaminan 2,5%, 70% coverage ratio dari pemerintah dan sisanya 30% bank.

“Apakah dia nanti mencapai atau tidak dari realisasi akhir tahun. Jika enggak tecapai terkait kinerja mereka apalagi bank BUMN ini jadi key performance index mereka. Karena itu kita serahkan pada mekanisme reward dan punishment teori insentif,” jelasnya.

Iskandar menambahkan, skema KUR Super Miko tidak akan berhenti pada tahun ini saja, melainkan akan berlanjut di tahun 2021, dengan suku bunga yang berbeda yakni 6%. "Saat suku bunga 6 persen, pemerintah beri subsidi bunga 13 persen," jelasnya.

Terkait jangka waktu pinjaman, untuk kredit modal kerja paling lama 3 tahun dan jika suplesi dapat diperpanjang menjadi 4 tahun. Sementara, untuk kredit investasi, paling lama 5 tahun dan jika suplesi dapat diperpanjang menjadi 7 tahun.

“Langkah ini diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi pada triwulan III tahun 2020, utamanya melalui percepatan pemulihan usaha penerima KUR,” tuturnya.

Syarat KUR Super Mikro

Adapun pekerja terkena PHK dan ibu rumah tangga dapat memperoleh kredit lunak kredit usaha rakyat (KUR) super mikro tersebut dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Masuk kategori usaha mikro.

2. Lama usaha calon penerima KUR Super Mikro tidak dibatasi minimal enam bulan. Lama usaha dapat kurang dari enam bulan dengan persyaratan:

• Mengikuti program pendampingan (formal atau informal).

• Tergabung dalam suatu kelompok usaha.

• Memiliki anggota keluarga yang telah memiliki usaha.

3. Bagi pegawai PHK tidak diwajibkan memiliki usaha minimal 3 bulan dengan pelatihan tiga bulan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman KUR, tapi dapat kurang dari 3 bulan atau usaha baru dengan persyaratan sebagaimana butir 2.

4. Belum pernah menerima KUR.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN