Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Keindahan bawah laut Kepulauan Gura Ici, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Foto: Kemparekraf

Keindahan bawah laut Kepulauan Gura Ici, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Foto: Kemparekraf

Akibat Covid-19, Usaha Wisata Selam Nyaris Berhenti Total

Eva Fitriani, Selasa, 14 April 2020 | 18:21 WIB

JAKARTA, investor.id – Usaha wisata selam nyaris berhenti total akibat pandemi virus corona (Covid-19) dan menderita kerugian hingga miliaran rupiah. Wisata selam menjadi salah satu sektor yang terdampak berat akibat virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok ini, terlebih mengingat turis asal Tiongkok merupakan salah satu pasar utamanya.

"Usaha wisata nyaris berhenti total dan menyebabkan peningkatan jumlah tenaga kerja yang dirumahkan," kata Ketua Umum Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) Ricky Soerapoetra dalam keterangan resminya, Selasa (14/4).

Ricky mengatakan, anggota PUWSI telah menerima pengajuan pembatalan perjalanan (trip) hingga 40% hanya dalam waktu satu bulan. Akibatnya, muncul potensi penambahan jumlah pekerja yang akan dirumahkan. Setidaknya, 25% pelaku usaha memastikan akan mengurangi jumlah tenaga kerja untuk menekan biaya operasional usaha.

Meskipun belum dapat menyebutkan secara rinci nilai kerugian pelaku usaha wisata selam, Ricky memperkirakan, angkanya akan semakin membengkak hingga miliaran rupiah jika situasi ini tidak segera membaik. Padahal, sebanyak 40% pelaku usaha menanggung kredit perbankan, sehingga perlu ada dukungan pemerintah maupun pihak terkait untuk meringankan beban pengusaha.

“Kami sangat memahami bahwa pandemi ini memicu masalah ekonomi baru. Tatanan kehidupan manusia berubah, dari yang sebelumnya bebas bepergian menjadi harus berdiam di rumah. Ini adalah pukulan berat bagi sektor wisata. Banyak tempat wisata, destinasi pariwisata dan bahkan lokasi selam ikut ditutup sementara hingga waktu yang belum dapat ditentukan,” kata dia.

Selama ini, menurut Ricky, industri wisata sudah menjadi salah satu penopang devisa dan pendapatan negara yang utama. Untuk itu, PUWSI meminta pemerintah segera memberikan solusi efektif untuk menekan dampak kerugian finansial yang dialami pengusaha wisata selam.

PUWSI, lanjut dia, memberikan sejumlah usulan yang dapat membantu pelaku usaha wisata selam, yaitu Pemberian fasilitas kredit usaha khusus atau bantuan modal kepada pelaku usaha wisata selam, sebagai dana talangan di masa sulit ini sekaligus persiapan memulai kembali usaha setelah wabah mereda; Pembelian di depan paket-paket wisata yang ditawarkan oleh anggota PUWSI untuk dijadwalkan perjalanan wisatanya setelah wabah mereda; serta Mempercepat lelang dan realisasi proyek pengadaan jasa dan produk terkait wisata bahari dan pekerjaan bawah laut di lingkup pemerintah, untuk kemudian dapat dijadwalkan pengerjaannya setelah wabah mereda.

"Selain itu juga tetap melakukan promosi destinasi wisata, misalnya dengan menggelar pameran/eksebisi secara daring dan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk dapat berpartisipasi sehingga tetap dapat melakukan penjualan paket-paket wisata," pungkas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN