Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Sumber: BSTV

Menteri BUMN Erick Thohir. Sumber: BSTV

Akibat Pandemi, Laba BUMN Anjlok 77,41%

Kamis, 3 Juni 2021 | 14:36 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, Investor.id - Kementerian BUMN memproyeksikan laba konsolidasi BUMN sepanjang tahun 2020 mengalami penurunan signifikan menjadi hanya Rp 28 triliun. Hal ini disebabkan imbas dampak pandemi Covid-19 kepada perusahaan pelat merah.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan bahwa laba bersih seluruh perusahaan BUMN mengalami penurunan menjadi hanya Rp 28 triliun di tahun 2020 atau mengalami penurunan 77,41% dibandingkan posisi tahun 2019 yang mencapai Rp 124 triliun.

“Bahwa jelas memang pandemi ini sangat terdampak juga dengan BUMN. Tadinya kami punya net profit (laba bersih), tapi ini net profit tidak langsung dibagi, tetapi dipakai lagi buat BUMN lainnya. Tadinya Rp 124 triliun di 2019, tahun ini konsolidasi hanya Rp 28 triliun,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Kamis (3/6).

Sementara itu, pendapatan dari seluruh BUMN ditaksir mencapai Rp 1.200 triliun, turun 25% dibandingkan dengan 2019 sebesar Rp 1.600 triliun akibat pandemi Covid-19.

Ia menuturkan Kementerian BUMN telah membuat laporan keuangan BUMN secara konsolidasi melalui integrasi sistem di BUMN. Targetnya, laporan keuangan BUMN secara konsolidasi itu akan disampaikan kepada anggota Dewan pada September mendatang, namun belum diaudit.

Insya Allah tahun ini kita akan pertama kali mempunyai buku kementerian BUMN secara konsolidasi. Nanti kita bisa presentasikan ke anggota dewan untuk konsultasi buku yang sudah dirapikan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Erick menilai konsolidasi ini penting untuk memperbaiki kinerja perusahaan pelat merah. Hal ini seperti dilakukan kepada PLN dan Telkom.

Menurutnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berhasil meraih profitabilitas tinggi dari laba bersihnya karena ada pemangkasan di belanja modal atau capex.

“Kalau kita lihat Telkom sendiri profitabilitas naik, itu bagaimana capex kita tetap tekan, itu yang mungkin bisa kita sampaikan pimpinan,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia menuturkan Kementerian BUMN berencana untuk mengembangkan program aplikasi Project Management Office (PMO) dan portofolio manajemen dengan anggaran senilai Rp 8,2 miliar. Tujuannya, untuk mengintegrasikan semua database yang ada di BUMN, termasuk data kinerja keuangan BUMN.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN