Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ruang Perkantoran CBD

Ruang Perkantoran CBD

Dampak Covid-19

Aktivitas Sewa Perkantoran Global Anjlok 22%

Imam Mudzakir, Selasa, 26 Mei 2020 | 12:08 WIB

JAKARTA, Investor.id - Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik meninjau kembali strategi real estat komersial mereka di tengah kebijakan lockdown yang diberlakukan pemerintah dan pengaturan kerja dari rumah akibat pandemi Covid-19.

Menurut data konsultan properti JLL, aktivitas sewa perkantoran secara global anjlok 22% sepanjang triwulan I-2020 dibandingkan dengan periode sama 2019 setelah banyak transaksi yang dibatalkan atau ditunda. Namun aktivitas sewa perkantoran di Asia Pasifik hanya turun 9% dibanding tiga bulan pertama 2019, bahkan, naik 14% secara tahunan. Kondisi ini belum berdampak pada tingkat kekosongan di Asia Pasifik, yang stagnan pada level 10,9% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Di Jakarta, dampak paling signifikan dari Covid-19 dalam transaksi baru untuk sewa perkantoran, kemungkinan akan terjadi pada kuartal II-2020 karena peraturan pemerintah memastikan bahwa sebagian besar bisnis terus berjalan dengan kerja dari rumah.

“Namun, kami mengharapkan permintaan ruang kantor akan kembali meningkat setelah krisis terburuk berlalu. Covid-19 telah membuktikan bahwa banyak perusahaan dapat bekerja dari rumah, tetapi juga menggarisbawahi perlunya ruang kantor fisik. Dalam beberapa hal, Covid-19 telah mempercepat perubahan pada tempat kerja,” ungkap Head of Research, JLL Indonesia, James Taylor, dalam siaran pers, Selasa (26/5).

Chief Executive Officer (CEO) JLL Asia Pasifik, Anthony Couse mengatakan, pandemi Covid-19, saat ini menimbulkan gangguan dan juga tantangan untuk pelaku bisnis perkantoran. Cara orang melihat dan menggunakan perkantoran untuk perusahaan akan berubah. “Namun, kita berharap perkantoran akan tetap menjadi bagian utama dari strategi kerja para pebisnis di Asia Pasifik dalam jangka menengah hingga panjang,” katanya.

Menurut dia, perusahaan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan karyawan dan menerapkan jarak sosial saat kembali masuk ke tempat kerja. Perubahan pada properti perkantoran tidak akan terhindarkan.

Hasil laporan JLL menyebutkan bahwa para CEO perseroan sedang menguji kembali strategi dan mungkin mempertimbangkan kalibrasi ulang jumlah ruang yang didedikasikan untuk ruang kantor tradisional setelah masa sewa habis, atau bahkan lebih cepat. “Meskipun situasi sedang tidak menguntungkan, kami meyakini bahwa perkantoran masih diperlukan. Bahkan, dalam beberapa pertimbangan, pandemi ini dapat menyebabkan perluasan ruang kantor, karena perusahaan berusaha meningkatkan jarak fisik antar karyawan,” tutur Couse.

Konfigurasi kantor saat ini dapat dimodifikasi dengan meningkatkan kebutuhan akan ruang tambahan. Dengan melakukan hal itu, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk memanfaatkan flexible space dari operator pihak ketiga, di samping implementasi kerja jarak jauh yang berkelanjutan untuk beberapa karyawan.

Meskipun percobaan kerja-dari-rumah tampaknya berhasil secara global, permintaan perkantoran akan terus meningkat di wilayah Asia  Pasifik. Pandemi telah mengubah persepsi tentang efektivitas kerja jarak jauh, tetapi belum menghadirkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan atau optimal bagi semua perusahaan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN