Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani meningkatkan imunitas bibit padi sejak dini dengan menggunakan agensia hayati Paenibacillus polimixa.

Petani meningkatkan imunitas bibit padi sejak dini dengan menggunakan agensia hayati Paenibacillus polimixa.

Amankan Stok Pangan, Petani Grobogan Imunisasi Bibit Padi

Investor Daily, Sabtu, 23 Mei 2020 | 22:26 WIB

GROBOGAN, investor.id - Imunisasi pada tanaman padi merupakan inovasi baru dalam konteks perlindungan tanaman sedini mungkin. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya serangan hama penyakit sekaligus memperkuat fungsi akar, batang dan daun sehingga tanaman mampu tumbuh secara optimal dalam memanfaatkan pupuk, iklim dan air.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo selalu menyampaikan, sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya pemerintah dalam  menanggulangi Covid-19.

“Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa Indonesia dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita," tegas Mentan SYL.

Mentan Syahrul Yasin Limpo. Sumber: BSTV
Mentan Syahrul Yasin Limpo. Sumber: BSTV

Semangat pantang menyerah dalam mengamankan stok pangan dibuktikan oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Sido Mulyo Desa Rowosari Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan, dalam gerakan penyemprotan bibit padi (pesemaian umur 12 hari) untuk meningkatkan imunitas bibit padi sejak dini dengan menggunakan agensia hayati Paenibacillus polimixa.

Diketahui luas sawah Poktan Sido Mulyo 183 hektar, sedang luas total sawah di Desa Rowosari 350 hektar. Adapun varietas yang digemari petani adalah Ciherang, Inpari 32, Sidenuk dan varietas lain.

Sudiro, selaku Ketua Poktan Sido Mulya, mengatakan salah satu faktor pembatas peningkatan produksi padi disebabkan oleh cendawan pyricularia oryzae yaitu penyakit blas. Sehingga untuk mencegah penyakit tersebut dilakukan upaya imunisasi bibit padi di persemaian dengan agensia hayati Paenibacillus polimixa.

“Upaya imunisasi di persemaian padi dengan penyemprotan pada bibit padi umur 12 hari setelah semai (hss). Menggunakan agensi hayati Paenibacillus polimixa bermanfaat untuk mencegah penyakit Blast pada tanaman padi muda (vegetatif)”, ungkap Sudiro.

Ditambahkan olehnya, inovasi ini merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang dikenalkan ke petani dan nantinya petani dapat mengaplikasikan seterusnya, sehingga produksi padi aman di MT II.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gubug, Parno, menjelaskan upaya mengamankan stok pangan sesuai arahan Kementerian Pertanian terus digencarkan hingga di tingkat kelompok tani.

“Diantaranya percepatan tanam padi dimana pada bulan Mei 2020 ini, terdapat luas tambah tanam padi sebanyak 3.127 hektar, optimaliasi alsintan untuk percepatan olah tanah, tanam dan pengairan melalui pompanisasi dan upaya lain agar stok pangan aman,” ujar Parno.

Lebih lanjut Parno menyampaikan rasa bangganya kepada petugas POPT, penyuluh pertanian dan petani di Desa Rowosari yang telah bersinergi melakukan upaya imunisasi persemaian padi, agar tanaman padi nanti terhindar dari penyakit blas, perakaran kokoh, batang dan daun yang sehat sehingga produksi padi lebih optimal.

“Saran pengendalian yang dapat dilakukan petani terhadap penyakit blas pada padi sawah adalah penggunaan varietas tahan terhadap penyakit blas, upaya imunisasi bibit padi di persemaian dengan agensia hayati Paenibacillus polimixa, mengurangi frekuensi penggunaan insektisida dengan melihat gejala serangan OPT pada tanaman. Penggunaan pupuk yang berimbang sesuai dosis pemupukan pada padi sawah,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, juga menegaskan bicara soal pangan adalah masalah yang utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa, di mana petani harus tetap semangat tanam, olah, dan panen.

“Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti di tengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” jelas Dedi.  (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN