Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fiber optic. Foto ilustrasi: IST

Fiber optic. Foto ilustrasi: IST

Anak Usaha Jasa Marga akan Garap Fiber Optic di Sepanjang Jawa

Selasa, 15 Juni 2021 | 15:56 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Jasamarga Related Business (JMRB) anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat beberapa lini bisnis untuk mendukung pendapatan perseroan. Salah satunya dengan menggarap bisnis jaringan fiber optic  di sepanjang Jawa.

Hal ini sejalan dengan rencana korporasi yang akan Initial Public Offering (IPO) dalam waktu dekat. Adapun beberapa lini bisnis yang diperkuat PT JMRB adalah Toll Corridor Development (TCD), utilitas digital, dan pengelolaan rest area.

"Secara korporasi kita mau IPO, sehingga ada tiga lini bisnis yang akan diperkuat yakni TCD, utilitas digital dan iklan, serta management aset seperti rest area," jelas Direktur Utama PT JMRB Cahyo Satrio Prakoso kepada Investor Daily, Selasa (15/6).

Tahun ini, kata Cahyo, dari lini bisnis TCD, proyek seperti Transit Oriented Development (TOD) Taman Mini dan Jasa Marga Tower akan mulai berjalan. Termasuk beberapa kerja sama lain yang dilakukan PT JMRB dengan developer yang saat ini masih digodok juga diharapkan bisa berjalan. Oleh karena TCD ini membutuhkan kapital yang besar, maka dibentuk strategic partnership.

Sementara dari bisnis utilitas digital, ia mengungkapkan PT JMRB akan menggarap fiber optic di sepanjang Jawa. Sebab, Jasa Marga sudah membangun banyak jalan tol, kini tinggal memanfaatkan daerah ruang jalan tol tersebut dengan membangun jaringan fiber optic.

"Fiber optic ini sekarang lagi lumayan bagus. Dalam arti karena penggunaan data semakin tinggi. Belum lagi, nanti ada 5G. Dengan adanya itu kerapatan GPS akan semakin rapat sehingga akan dihubungkan dengan fiber optic. Banyak yang membutuhkan backbone fiber optic di sepanjang Jawa. Kita lagi dalam tahap untuk studi kelayakannya seperti apa seharusnya dan model bisnisnya seperti apa," ungkap Cahyo.

Kemudian untuk bisnis manajemen aset berupa rest area, PT JMRB juga akan melakukan perubahan dengan memperluas peran rest area. Selain sebagai transportation hub, rest area juga akan dimanfaatkan sebagai logistik hub dan destinasi pariwisata.

"Rest area itu ada rencana perubahan peraturan menteri (permen). Jadi peraturan pemerintahnya sudah ada mengenai perubahan rest area dan permennya atau petunjuk pelaksanaannya juga mau diadakan tahun ini," ucapnya.

Sebagai contoh, rest area di Jawa Tengah akan dijadikan sebagai logistik hub untuk mempermudah arus distribusi logistik. Apalagi, sekarang ini banyak transaksi online yang barangnya didistribusikan menggunakan truk besar. Sementara jika truk besar ingin masuk ke kota, kesusahan. Karena itu, truk-truk besar tersebut akan masuk ke rest area untuk memindahkan logistik ke truk kecil agar dapat langsung didistribusikan.

"Jadi, itulah celah bisnis yang nanti akan PT JMRB garap. Jadi, rest area akan semakin meriah dan besar dengan adanya jenis-jenis bisnis yang diperbolehkan. Mungkin, nanti akan ada destinasi wisata juga," tutupnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN