Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pupuk Indonesia. Foto: IST

Pupuk Indonesia. Foto: IST

Anak Usaha PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh Berhenti Operasi

Selasa, 15 Juni 2021 | 08:54 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Bakir Pasaman mengatakan bahwa pabrik milik anak usaha PT Pupuk Indonesia yaitu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terpaksa harus berhenti beroperasi karena terkendala pasokan gas.Pabrik Iskandar Muda yang berlokasi di Aceh sudah tidak beroperasi karena terkendala pasokan gas.

Meskipun demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian  untuk menjaga penyaluran pupuk bersubsidi tetap lancar dan terlayani dengan baik, salah satunya melalui upaya pengalihan tanggung jawab PT PIM kepada produsen pupuk lainnya.

“Kami sudah  berkoordinasi juga dengan Kementan terkait permasalahan ini, PIM terpaksa berhenti operasi karena gas tidak tersalurkan,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Selasa (15/6).

Ia berharap dengan berhentinya operasi PIM tidak  mengurangi jumlah pupuk dan pihaknya tetap meningkatkan produksi pupuk di pabrik  lain.

Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menjaga kinerja perusahaan di tengah pandemi Covid-19, hal ini terungkap dalam laporan keuangan konsolidasi tahun 2020, dimana perusahaan memecahkan rekor produksi pupuk tertinggi dan juga rekor volume penjualan untuk produk pupuk dan non pupuk.

Bakir mengatakan bahwa perusahaan dapat menjaga performanya meskipun dibayangi pandemi Covid-19, total produksi pupuk pada tahun 2020 mencapai 12,26 juta ton atau 117% dari target pemegang  saham.

Sedangkan untuk produk non pupuk seperti amoniak, asam sulfat, asam fostat dan produk lainnya mencapai 7,12 juta ton sehingga total volume produksi tahun 2020 baik untuk pupuk dan non pupuk mencapai 19,38 juta ton atau 118% dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).

Beberapa faktor yang mendorong peningkatan produksi adalah telah optimalnya operasional pabrik pabrik baru yaitu Amurea II di Gresik dan Pusri 2B di Palembang.
“Semua ini tidak mungkin terwujud tanpa kinerja Direksi dan karyawan di anak anak perusahaan yang mampu menjaga keandalan pabrik sehingga dapat beroperasi optimal di tahun 2020,” ujar dia.

Kinerja di bidang produksi juga diikuti dengan penjualan yang cukup menggembirakan, total volume penjualan di tahun 2020 baik untuk produk pupuk dan non pupuk mencapai 14,37 juta ton.

Rincian penjualan terdiri dari penjualan pupuk ke sektor PSO sejumlah 8,43 juta ton, penjualan ke sektor non PSO sebesar 4,94 juta ton dan penjualan produk non pupuk sebesar 997 ribu ton.

Perusahaan melakukan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan efisiensi sehingga produk dapat bersaing dan mempunyai penetrasi yang baik di pasar internasional maupun ke sektor perkebunan dan industri di dalam negeri.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pupuk untuk sektor pangan atau PSO tetap menjadi prioritas sesuai amanah yang diberikan kepada PT Pupuk Indonesia.

Kinerja keuangan perusahaan juga tetap terjaga meskipun banyak industri yang terpengaruh wabah Covid-19. Sepanjang tahun 2020, Pupuk Indonesia mencatat pendapatan sebesar Rp 71,87 triliun.

Komposisi pendapatan tersebut terdiri dari penjualan produk pupuk dan non pupuk, penggantian biaya subsidi dari pemerintah serta pendapatan dari bidang jasa dan perusahaan berhasil mencapai laba sebesar Rp 2,32 triliun di tahun 2020, angka ini masih berada di bawah target pemegang saham tetapi secara keseluruhan masih cukup positif.

Aset perusahaan tercatat senilai Rp 122,49 Triliun pada tahun 2020, perusahaan tetap mampu melaksanakan kewajibab terkait dengan pembayaran utang utang.Memasuki tahun 2021, perusahaan telah menetapkan lima inisiatif strategis untuk mencapai transformasi bisnis perusahaan sebagaimana arahan Kementerian BUMN, lima pilar tersebut menjadi perusahaan yang lebih customer centric, mendorong riset, pengembangan dan inovasi, meningkatkan kehandalan dan efisiensi operasi dan rantai pasok, mengamankan dan mengoptimalkan pasokan bahan baku serta sustainability dan circular economy.

“Sebagai bagian dari transformasi bisnis, perusahaan akan terus meningkatkan pasar produk retail, meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat digitalisasi di berbagai bidang,” ujar dia.

Beberapa program andalan untuk mensukseskan inisiatif tersebut antara lain program Agrosolusi dan Retail Manajemen untuk lebih mendekatkan perusahaan kepada konsumen serta meningkatkan penjualan di sektor retail.

Perusahaan juga telah mencanangkan beberapa proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi produk yaitu merencanakan membangun pabrik baru Pusri 3B di Palembang dan mengembangkan industri pupuk dan petrokimia di kawasan Bintuni, Papua Barat.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN