Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani

Sri Mulyani

Anggaran Gaji ke-13 PNS Jadi Rp 28,82 Triliun

Senin, 10 Agustus 2020 | 17:49 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan menyebutkan anggaran gaji ke-13 meningkat dari semula 28,5 triliun menjadi Rp 28,82 triliun.

Peningkatan anggaran ini dikarenakan pejabat eselon I dan II pegawai negeri sipil (PNS)  yang sebelumnya direncanakan tak memperoleh gaji ke-13 akhirnya juga menerima.

Aturan mengenai gaji ke-13 tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, Tunjangan, atau Penghasilan ke-13 Tahun 2020 kepada PNS,  Prajurit TNI, Anggota Polri, Pegawai Non-PNS, dan Pensiun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa, anggaran untuk gaji ke 13 berasal dari kompilasi dana APBN sebesar Rp 14,83 triliun yang terdiri dari pegawai aktif sebesar Rp 6,94 triliun dan pensiunan Rp 7,88 triliun. Kemudian dari dana APBD sebesar Rp 13,9 triliun.

"Pokok-Pokok kebijakan ini seluruh tunjangan gaji ke-13 diberikan kepada PNS, TNI, Polri, pegawai Non PNS, yang bekerja di instansi pemerintah, dan hakim pada lembaga peradilan termasuk untuk eselon I dan II sebagai apresiasi upaya kerja keras dalam penanganan Covid-19,”tuturnya.

Pemberian tunjangan gaji ke-13, diharapkan Sri Mulyani dapat memberikan dukungan upaya pemerintah, agar seluruh tenaga kerja TNI, Polri, ASN bisa memenuhi kebutuhan belanja tahun ajaran baru serta, bisa memberikan tambahan daya beli.  

Tunjangan gaji ke-13 pun diberikan kepada pensiunan, dengan komponen  tunjangan yang meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan dan namun tidak termasuk tunjangan kinerja atau sejenisnya.

Sementara komponen yang dibayarkan kepada ASN gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan. Sedangkan tunjangan kinerja (tukin) dan yang sejenisnya tidak diperhitungkan dalam pembayaran gaji ke-13 tahun ini.

“Sehingga bisa memberikan tambahan daya beli dalam memberi stimulus ekonomi sesuai dengan keinginan dan dorong pemulihan ekonomi akibat Covid-19,”tuturnya.

Ia mengatakan bahwa pencairan gaji ke-13 ini dibayarkan mulai Senin (10/8) yang akan disesuaikan dengan kesiapan administrasi dan regulasi dari pemerintah pusat dan perkada (peraturan kepala daerah).

"Gaji dan pensiun ke-13 dibayarkan mulai hari ini tanggal 10 Agustus, sesuai kesiapan administrasi dan regulasi dari pemerintah pusat, dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk pemerintah daerah," jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa KPPN telah menerima SPM mulai 7 Agustus dan hingga Senin, (10/8) pukul 12.00 sudah ada sekitar 82,5% satker telah mengajukan SPM, dan hampir semua telah selesai diproses di KPPN.

“Untuk pensiunan ke 13 dana sudah ditransfer kepada PT Taspen untuk didistribusikan kepada bank penyalur,”tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN