Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggaran Infrastruktur Sesuai RAPBN 2020

Anggaran Infrastruktur Sesuai RAPBN 2020

RAPBN 2020

Anggaran Infrastruktur Naik 4,9%

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 19:13 WIB

JAKARTA, investor.id – Kendati berkomitmen untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dengan meningkatkan kualitasnya, pemerintah tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur yang masih digenjot sejak periode pertama Presiden Jokowi memimpin.

 

Pemerintah berencana untuk menggelontorkan anggaran infrastruktur dari APBN 2020 sebesar Rp 419,2 triliun atau meningkat 4,9% dibanding pagu belanja pada 2019 yang sebesar Rp 399,7 triliun.

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dari anggaran infrastruktur tersebut, sebagian besar akan digunakan untuk membangun jalan darat sepanjang 837 kilometer.

 

Jarak jalan yang dibangun itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding target pembangunan jalan pada tahun ini yang sebanyak 406 kilometer.

 

"Paling banyak memang untuk meningkatkan konektivitas. Jalan akan dibangun dengan luas yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2019," kata Sri Mulyani, di Jakarta, Jumat (16/8).

 

Selain untuk membangun konektivitas jalan darat, ujar Sri Mulyani, anggaran infrastruktur dari APBN 2020 itu juga akan digunakan untuk membangun jalur kereta api sepanjang 238,8 kilometer.

 

Kemudian, pemerintah juga akan membangun tiga bandara baru, 49 bendungan, jembatan dengan panjang total 6,9 kilometer dan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 5.224 unit rusun, serta dua ribu rumah khusus.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, selain anggaran infrastruktur dari APBN sebagai instrumen fiskal, pemerintah juga mengingatkan swasta, BUMN dan juga pemerintah daerah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur.

 

"Kami juga akan mengoptimalkan opsi-opsi Kerja Sama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU) untuk strategi kebijakan pembiayaan jangka panjang di luar APBN," ujar Darmin.

 

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menambahkan, beberapa proyek pembangunan jalan yang akan menjadi prioritas pemerintah pada 2020, antara lain, pembangunan konektivitas di kawasan tertinggal seperti pembangunan Jalan Trans-Maluku.

 

"Di ruas Trans Maluku, pemerintah akan membangun Jalan Weda-Sagea-Patani di Maluku Utara sepanjang 14 kilometer, dan juga pembangunan Jalan Tepa-Masbuar-Letwurung sepanjang 30 kilometer," ujarnya.

 

Kemudian, proyek prioritas lain yang akan dibiayai dari anggaran infrastruktur adalah pengembangan Bandara Long Bawan, Bandara Nunukan di Kalimantan Utara, Bandara Saumlaki, Bandara Ewer dan Ilaga Papua.

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai kementerian teknis yang bertanggungjawab langsung atas pembangun infrastruktur dasar mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 120,2 triliun.

 

Pada 2020 Kementerian PUPR akan melanjutkan kegiatan prioritas dan strategis khususnya bidang infrastruktur dalam rangka mendukung pencapaian Prioritas Nasional, yaitu Infrastruktur dan Pemerataan Wilayah serta Ketahanan Pangan, Air, Energi, dan Lingkungan Hidup.(jn)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN