Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Kongres AAIPI Tahun 2021 Mengawal Efektivitas dan Akuntabilitas di Tengah Pandemi, Selasa, 23 November 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Kongres AAIPI Tahun 2021 Mengawal Efektivitas dan Akuntabilitas di Tengah Pandemi, Selasa, 23 November 2021.

Pantau Perkembangan Covid-19

Anggaran PC-PEN 2022 Naik Jadi Rp 455,62 Triliun

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:06 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -- Pemerintah menetapkan anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2022 menjadi Rp 455,62 triliun atau naik Rp 41,62 triliun dari semula Rp 414 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan peningkatan anggaran PEN ini karena pemerintah terus mengamati berbagai perkembangan kasus Covid-19 dengan terus mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Ia merinci, anggaran PEN di tahun ini akan alokasikan untuk tiga klaster pagu anggaran pada klaster kesehatan yang semula Rp 117,87 triliun menjadi Rp 122,5 triliun, kemudian kluster penguatan ekonomi semula Rp 141,42 triliun menjadi Rp 178,3 triliun, sedangkan klaster perlindungan sosial hanya bertambah tipis dari semula Rp 154,76 triliun menjadi Rp 154,8 triliun.

“Kalau Ibu Bapak ingat di tahun 2020 kita masukan ketahanan pangan waktu itu, absorbsi enggak banyak makanya di pemulihan ekonomi dan penguatan ini kita harus betul-betul pragmatik mana yang bisa jalan,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurutnya, program PC-PEN tahun 2022 akan tetap difokuskan untuk penciptaan lapangan pekerjaan dengan tetap melanjutkan penanganan kesehatan dan perlindungan masyarakat.

Untuk klaster kesehatan akan mencakup penguatan dan perluasan vaksinasi serta lanjutan penanganan pandemi, insentif nakes, peningkatan kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi varian omicron dan mendorong kemandirian farmasi. Selanjutnya, mengimplementasikan kembali sistem jaminan kesehatan utamanya untuk klaim pasien.

“Kemudan tagihan (klaim pasien) di tahun lalu masih sangat besar karena varian delta. Sehingga jumlah belanja untuk membayar pasien bisa mencapai Rp 94 triliun dan ini akan tertagihkan di 2022. Ada sekitar Rp 23 triliun tagihan 2021 untuk dibayarkan 2022,” jelasnya.

Kemudian, untuk anggaran perlindungan sosial ditujukan untuk menjaga daya tahan masyarakat miskin dan rentan dengan menjaga konsumsi masyarakat, dan penanganan kemiskinan ekstrem.

Selanjutnya, pemerintah juga berkomitmen untuk mendukung reformasi perlindungan sosial menuju pemberdayaan masyarakat. “Fokus tetap sama pulih, dan masyarakat paling rentan harus diberi pemihakan lebih banyak. Sehingga saat pulih, kemiskinan turun dan gini koefisien juga turun secara rata-rata dan pulih sambil ciptakan kesempatan kerja,” ujarnya.

Kemudian, klaster penguatan pemulihan ekonomi akan diarahkan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja serta mendorong pemulihan ekonomi didaerah dan secara nasonal.

Prorgam ini akan meliputi, program K/L dan Pemda seperti padat karya, pariwisata atau ekonomi kreatif, ketahanan pangan, ICT, infrastruktur, dan konektivitas. Tak hanya itu, ada pula penguatan program-program pendukung UMKM seperti subsidi bunga KUR, IJP, dan penjaminan loss limit.

“Untuk PC PEN 2022, yang masih belum optimal eksekusinya di (2021) maka kami akan minta K/L nya untuk mendesain secara lebih awal programnya jadi bisa betul betul dijalankan,” tuturnya.

Sedangkan insentif perpajakan akan diberikan lebih selektif dan mempertimbangkan sektor yang masih belum pulih. Terakhir, percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur melalui PMN kepada BUMN.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN