Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo dalam Pidato menyampaikan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR/DPD Jakarta, Jumat (16/8/2019). BSTV

Presiden Joko Widodo dalam Pidato menyampaikan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR/DPD Jakarta, Jumat (16/8/2019). BSTV

MENJADI RP 858,8 TRILIUN

Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2020 Naik 5,4%

Nasori, Jumat, 16 Agustus 2019 | 16:43 WIB

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 858,8 triliun pada pada 2020. Jumlah tersebut meningkat 5,4% dari perkiraan realisasi 2019 atau meningkat 37,8% dari realisasi anggaran serupa pada 2015 yang sebesar Rp 623,1 triliun.

“Peningkatan alokasi tersebut akan diiringi dengan peningkatan kualitas implementasinya, agar belanja pemerintah daerah dapat meningkatkan layanan dasar publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mengurangi kesenjangan dan kemiskinan,” ujar Presiden saat Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun 2020 Beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Sejalan dengan itu, kata Presiden, kapasitas pemerintah daerah untuk meningkatkan sumber-sumber penerimaan daerah, dengan tetap menjaga iklim investasi dan usaha di daerah perlu ditingkatkan. Dalam lima tahun terakhir, hasil dari dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sudah dirasakan oleh sebagian besar masyarakat melalui peningkatan kinerja pelayanan dasar publik

“(Di antara pelayanan dasar publiki ini) seperti akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air minum layak, persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan, serta angka partisipasi murni (APM) dari PAUD sampai dengan SMA sederajat,” papar Jokowi.

Tingkat kesenjangan di perdesaan juga menurun, yang ditunjukkan dengan semakin rendahnya rasio dini dari 0,334 pada 2015, menjadi 0,317 pada 2019. Demikian juga dengan kesenjangan fiskal antardaerah, di mana Indeks Williamson turun dari 0,726 pada 2015, menjadi 0,597 pada 2018.

Selain itu, lanjut Jokowi, melalui DAK fisik pemerintah juga sudah berhasil membangun berbagai infrastruktur bagi masyarakat. “Selama periode 2017-2018, DAK fisik telah dimanfaatkan untuk peningkatan jalan sepanjang 17,7 ribu kilometer, penyelesaian pembangunan layanan dasar publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mengurangi kesenjangan dan kemiskinan,” papar Jokowi.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA