Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo

Anggota APHI Berminat Investasi ke Energi Biomasa Melalui Program HTE

Selasa, 20 Oktober 2020 | 10:43 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan sedikitnya 34 perusahaan anggota APHI sudah berminat untuk investasi dalam penerapan energi biomasa melalui Program Hutan Tanaman Energi (HTE), 10 perusahaan diantaranya sudah memasukkannya ke dalam Rencana Kerja Usaha.

“Hutan Tanaman Energi merupakan masa depan energi biomasa Indonesia karena menjadi sumber bahan baku energi biomasa secara berkelanjutan bagi pembangkit tenaga listrik sendiri, memasok kelebihan energi listrik ke PLN dan diekspor,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (20/10).

Undang Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi mengamanatkan bahwa pada tahun 2025 mendatang 23% bauran energi nasional harus datang dari sumber Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Hingga saat ini sumbangan EBT untuk bauran energi nasional baru mencapai 9,1%.

Sumberdaya Kehutanan melalui Hutan Tanaman Energi (HTE) dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan penggunaan energi biomasa di tanah air baik berupa pellet kayu, serpih kayu maupun serbuk gergajian.

Untuk mendukung target bauran energi 23% pada tahun 2025, saat ini Perum Perhutani yang juga anggota APHI tengah melakukan uji coba program co-firing yaitu menggabungkan pasokan batubara dan sumber daya biomasa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Paiton, Jawa Timur dan dalam waktu dekat akan diujicobakan di PLTU Cikarang Listrindo, Jawa Barat.

APHI juga siap mendukung program de-dieselisasi pembangkit tenaga listrik yang masih menggunakan minyak solar terutama di kawasan timur Indonesia dan digantikan dengan bahan baku energi biomasa yang biayanya lebih murah dibandingkan dengan harga minyak solar.

“Kami sedang melakukan penjajakan uji coba penggunaan energi biomasa untuk program de-dieselisasi pembangkit listrik di Pulau Bawean,Jawa Timur,” ujar dia.

Saat ini dunia menuju ke energi bersih dan ramah lingkungan sehingga energi biomasa menjadi salah satu pilihan utama, pada tahun 2030, Jepang dan Korea telah menargetkan untuk pengganti PLTU batubara menjadi PLTU energi Biomasa. Permintaan bahan baku pellet kayu, serpih kayu serta briket arang dari Indonesia terus meningkat meskipun nilai ekspor energi biomasa Indonesia ke luar negeri mencapai US$ 50 juta.

Keunggulan positif penggunaan EBT adalah lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil, industri kehutanan terdorong untuk melakukan transformasi menjadi integrated industri sehingga bisnis hutan bisa pulih.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN