Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Hutan Kota

Ilustrasi Hutan Kota

Angka Deforestasi Indonesia Periode 219/2020 Turun 75,03%

Kamis, 4 Maret 2021 | 10:06 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Indonesia berhasil menurunkan deforestasi sebesar 75,03% di periode tahun 2019-2020 dan berada pada angka 115,46 ribu hektar dimana angka ini jauh menurun dari deforestasi tahun 2018-2019 sebesar 462,46 ribu hektar, data ini dirilis oleh Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Plt Direktur Jenderal Planatologi, Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Ruandha Agung mengatakan jika dilihat berdasarkan tren deforestasi berdasarkan data sebelumnya, maka tahun ini pengurangan hutan Indonsia relatif rendah dan cenderung stabil.

Penurunan deforestasi nasional selama masa pandemi Covid-19 merupakan pencapaian yang positif sekaligus membantah klaim beberapa pihak tentang peningkatan deforestasi yang dilakukan Indonesia pada tahun 2020.

Penurunan deforestasi ini juga membuktikan konsistensi pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi deforestasi dari tahun ke tahun.

“ Penurunan 75% laju deforestasi selama periode 2019/2020 merupakan bukti nyata dan hasil kerja keras bersama,” ujar dia di Jakarta, Kamis (4/3).

Komitmen pemerintah juga tegas untuk terus berada di jalur pengurangan deforestasi sebagai salah satu sumber penurunan emisi, upaya ini masih terus dilakukan dan sumber daya terus dialokasikan untuk mengendalikan tingkat deforestasi di Indonesia di berbagai tingkatan.

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Ditjen PKTL,KLHK, Belinda Margono mengatakan penurunan deforestasi sebesar 75,03% merupakan angka deforestasi netto, perhitungan deforestasi ini juga mencakup baik dalam maupun di luar kawasan hutan.

Sesuai perkembangan teknologi, perhitungan luas deforestasi sejak periode tahun 2011-2012 merupakan hasil perhitungan deforestasi netto yang  sudah mempertimbangkan kegiatan reforestasi sementara itu perhitungan pada periode sebelumnya masih menggunakan deforestasi bruto.

Penyajian angka deforestasi yang digunakan adalah deforestasi netto yang merupakan hasil deforestasi bruto dikurangi dengan angka reforestasi.
Angka deforestasi bruto tahun 2019-2020 sebesar 119,1 ribu hektar dan angka reforestasinya sebesar 3,6 ribu hektar sementara angka deforestasi bruto tahun 2018-2019 sebesar 465,5 ribu hektar dan angka reforestasinya sebesar 3 ribu hektar.

Penurunan angka deforestasi ini membuktikan bahwa berbagai upaya yang dilakukan KLHK akhir akhir ini berhasil, dimana upaya tersebut terdiri dari penerapan Inpres Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.

Kemudian upaya lain adalah Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Pengendalian kerusakan gambut, pengendalian perubahan iklim, pembatasan perubahan Alokasi Kawasan Hutan untuk sektor non kehutanan, penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan, pengelolaan hutan lestari, perhutanan sosial serta rehabilitasi hutan dan lahan.

Hasil pemantauan hutan Indonesia tahun 2020 menunjukkan bahwa luas lahan berhutan seluruh daratan Indonesia adalah 95,6 juta hektar atau 50,9% dari total daratan dimana 92,5% dari total luas berhutan tersebut atau 88,4 juta hektar berada di dalam kawasan hutan.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN