Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Margo Yuwono
Sumber: Istimewa

Kepala BPS Margo Yuwono Sumber: Istimewa

Anomali Cuaca Dorong Inflasi Juni 2022 Jadi 0,61%

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:21 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Juni mencapai 0,61%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar pada inflasi Juni yaitu hingga 0,47%. Hal ini tidak terlepas dari faktor cuaca yang mempengaruhi suplai komoditas pangan.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan kelompok ini mengalami inflasi hingga 1,77%. Komoditasnya yang memberikan andil adalah yaitu cabai merah (0,24%) kemudian diikuti cabe rawit (0,10%) serta bawang merah (0,08%), telur ayam ras (0,04%), tomat (0,03%), rokok kretek filter, kangkung, kol putih/kubis, cabai hijau, dan sawi putih/pecay/pitsai masing-masing sebesar 0,01%. Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah disebabkan adanya anomali cuaca di sentra produksi.

Advertisement

“Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit dan bawang merah ini utamanya disebabkan karena faktor cuaca yang mengganggu. Turun hujan yang cukup lebat di beberapa sentra produksi cabai merah, cabai rawit dan ini menyebabkan gagal panen sehingga suplai terganggu,” ucap Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Jumat (1/7/2022).

Baca juga: Redistribusi Pupuk Diharapkan Cegah Krisis Pangan

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, yaitu daging ayam ras sebesar 0,03%, ikan segar dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,02%; daging sapi, bawang putih, dan ayam hidup masing-masing sebesar 0,01%.

Inflasi menurut tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2022 sebesar 3,19% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) sebesar 4,35%.

“Inflasi kita secara year on year (yoy) di bulan Juni sebesar 4,35% merupakan inflasi yang tertinggi sejak Juni tahun 2017 di mana pada saat itu bulan Juni tahun 2017 inflasi sebesar 4,37%,” ucap Margo.

Baca juga: BPS Catat Inflasi Juni 2022 Sebesar 0,61%

Kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi 0,30% dengan andil ke inflasi 0,04% pada Juni 2022. Dari 4 subkelompok pada kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yaitu subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 0,98% dan terendah yaitu subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 0,06%.

inflasi Juni 2022
Sumber: Istimewa
inflasi Juni 2022 Sumber: Istimewa

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,03%. Margo mengatakan kenaikan tarif angkutan udara didorong oleh kenaikan harga avtur, pemerintah juga melakukan penyesuaian, serta adanya kenaikan permintaan akibat pelonggaran syarat perjalanan.

“Ada dua sisi selain ada kebijakan pemerintah memang karena ada lonjakan permintaan dari masyarakat dengan pelonggaran syarat-syarat perjalanan untuk menggunakan mode angkutan udara,” ucap Margo.

Kelompok pengeluaran perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,53% dengan andil 0,03% pada inflasi Juni 2022. Dari enam subkelompok pada kelompok ini, 5 subkelompok mengalami inflasi dan 1 subkelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yaitu subkelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum sebesar 0,89% dan terendah yaitu subkelompok furnitur, perlengkapan dan karpet sebesar 0,26%.

Baca juga: Pendaftaran BBM Subsidi di Website MyPertamina Khusus untuk Mobil

Sementara subkelompok yang mengalami deflasi, yaitu subkelompok peralatan rumah tangga sebesar 0,02% . Kelompok ini pada Juni 2022 memberikan andil inflasi sebesar 0,03%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu upah asisten rumah tangga dan sabun detergen bubuk/cair masing-masing sebesar 0,01%.

Dari 90 kota yang dipantau BPS tercatat 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 2,72% dan terendah terjadi di Pontianak sebesar 0,07%. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,61% dan terendah terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,03%.

“Jika dilihat secara detail komoditas penyumbang inflasi di Gunungsitoli itu berasal dari cabai merah andilnya sebesar 1,42% kemudian cabai rawit memberikan andil kepada inflasi di Gunung Sitoli itu sebesar 0,28%, kemudian bawang merah memberikan andil inflasi sebesar 0,27%,” kata Margo.

Komponen inti pada Juni 2022 mengalami inflasi sebesar 0,19%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juni) 2022 sebesar 1,82% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) sebesar 2,63%.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN