Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi. Foto: IST

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi. Foto: IST

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kemenhub Wajibkan Lashing Truk di Kapal Roro

Selasa, 27 Oktober 2020 | 21:09 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewajibkan setiap kendaraan yang akan menyeberang menggunakan kapal penyeberangan atau roro melakukan proses lashing atau mengikat kendaraan di kapal penyeberangan untuk menghindari benturan kendaraan ketika ada ombak besar. Hal itu untuk memastikan keselamatan saat berlayar terutama di tengah cuaca ekstrem.

“Bagi para petugas di lapangan saya minta untuk memastikan bahwa kendaraan yang ada di dalam kapal roro nantinya harus melalui tahap pengikatan atau lashing kendaraan khususnya truk," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Proses lashing ini, kata Budi, harus dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 30 Tahun 2016 tentang Kewajiban Pengikatan Kendaraan Pada Kapal Angkutan Penyeberangan. Selain itu, lashing sebagai bagian dari standar operasi prosedur (SOP) untuk meminimalisir kejadian kendaraan yang terjungkir ke laut saat perjalanan.

Dia menekankan, pentingnya proses lashing ini terlebih mengingat cuaca yang juga mulai memasuki musim hujan di sejumlah daerah.

“Tidak bisa dihindari lagi bahwa belakangan ini kondisi laut juga mungkin sedang mengalami ombak besar maupun hujan deras sehingga cukup menantang saat melakukan pelayaran. Oleh karena itu, seluruh petugas maupun kru harus memperhatikan faktor keselamatan penumpang, kendaraan, maupun seluruh muatan yang ada di dalam kapal,” katanya.

Budi menjelaskan, melakukan proses lashing pada setiap kendaraan yang ada di atas kapal penyeberangan, semata-semata untuk meningkatkan keselamatan penumpang saat mudik maupun balik dengan kapal penyeberangan.

“Kepada para personil yang ada di Balai Pengelola Transportasi Darat seluruh Indonesia, saya minta untuk mengawasi dengan cermat proses lashing ini jangan sampai ada yang tidak sesuai ketentuan yang berkeselamatan. Di luar itu, yang tetap harus dijaga yakni penerapan protokol kesehatan di seluruh sarana maupun prasarana transportasi darat juga jangan diabaikan. Harus selalu diingat bahwa keselamatan dan kesehatan saat ini juga menjadi prioritas kita dalam menyelenggarakan transportasi,” ujar Dirjen Budi. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN