Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AP I bersama Incheon-Wika bentuk konsorsium untuk lelang Bandara Hang Nadim. (IST)

AP I bersama Incheon-Wika bentuk konsorsium untuk lelang Bandara Hang Nadim. (IST)

AP I Gandeng Incheon-Wika Ikuti Lelang Bandara Hang Nadim

Thresa Sandra Desfika, Selasa, 14 Januari 2020 | 17:29 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) membentuk konsorsium bersama Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Wika) (Persero) Tbk untuk mengikuti seleksi pengelolaan Bandara Hang Nadim, Batam, melalui mekanisme kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). 

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian konsorsium yang dilakukan oleh Direktur Utama AP I Faik Fahmi, Presiden & CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana di Jakarta, pada Senin (13/1) malam.

Faik Fahmi menjelaskan, pihaknya optimistis konsorsium tersebut berpeluang besar untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim.

Selain pengalaman AP I sebagai operator bandara di Indonesia, konsorsium juga diperkuat IIAC yang merupakan operator bandara bertaraf global dan Wijaya Karya salah satu BUMN konstruksi terbaik di Tanah Air.

"Kerja sama ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus menegaskan komitmen AP I untuk memperluas jaringan pengelolaan bandara di Indonesia," ungkap Faik, di sela acara penandatanganan perjanjian konsorsium ketiga perusahaan.

Lebih lanjut, Faik mengungkapkan, alasan ketiga perusahaan sepakat bersama mengikuti lelang pengelolaan Bandara Hang Nadim, yakni potensi prasarana kebandarudaraan yang besar untuk menjadi hub internasional, baik untuk sektor penumpang maupun kargo. 

"Makanya, kami akan menyusun strategi untuk memenangkan lelang pengelolaan dan selanjutnya berupaya mewujudkan target menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub internasional apabila terpilih sebagai pemenang lelang," ungkapnya.

Dia menjelaskan tahapan lelang pengelolaan Bandara Hang Nadim adalah penyampaian konsorsium yang paling lambat diajukan pada 31 Januari 2020. Kemudian, penyampaian proposal paling lambat 31 Maret 2020, lalu, pengumuman pemenang dilaksanakan pada Juli 2020.

Apabila memenangi lelang pengelolaan Bandara Hang Nadim, konsorsium ketiga korporasi itu akan membentuk perusahaan patungan dengan komposisi saham AP I sebesar 51%, IIAC 30%, serta Wika 19%.

Selanjutnya, AP I akan bertanggung jawab dalam manajemen operasional dan komersial secara umum. IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Lalu, Wika bertanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN