Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

AP I Layani 4,5 Juta Penumpang Saat Libur Nataru

Thresa Sandra Desfika, Rabu, 8 Januari 2020 | 14:04 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) melayani sebanyak 4,5 juta penumpang sepanjang masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Secara persentase, lalu lintas penumpang itu mengalami penurunan 6,4% dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 4,69 juta penumpang.

 

Angka tersebut berdasarkan perhitungan selama 19 hari, mulai 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020 di 14 bandara yang dikelola AP I.

 

Pertumbuhan lalu lintas tertinggi pada masa libur Nataru 2020 di bandara-bandara AP I terjadi di Bandara Internasional Lombok dengan peningkatan mencapai 15,19%. Sedangkan, dari sisi jumlah penumpang, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali menjadi penyumbang lalu lintas tertinggi dengan melayani 1,4 juta penumpang.

 

Lalu lintas penumpang kedua tertinggi terjadi di Bandara Juanda, Surabaya, dengan total sebanyak 919.000 penumpang, diikuti Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dengan total 479.000 penumpang.

 

"Daya tarik Bali sebagai destinasi wisata favorit bagi wisatawan mancanegara dan domestik pada masa libur Nataru memang luar biasa. Hal ini terbukti dengan lalu lintas penumpang yang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai yang tak pernah surut, bahkan justru terus tumbuh," ujar Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam keterangannya, Selasa (7/1).

 

Faik Fahmi melanjutkan, penurunan jumlah penumpang di beberapa bandara AP I lainnya, terutama di Pulau Jawa masih dipengaruhi oleh faktor yang sama dengan tahun lalu, yaitu karena telah dioperasikannya Jalan Tol Trans-Jawa, harga tiket yang dinilai masih relatif tinggi, dan semakin banyaknya pilihan moda transportasi lain.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN