Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Muhammad Awaluddin. Foto: id.wikipedia

Muhammad Awaluddin. Foto: id.wikipedia

AP II Sesuaikan Level Operasional Bandara

Kamis, 20 Mei 2021 | 16:35 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - PT Angkasa Pura/AP II (Persero) melakukan penyesuaian level operasional untuk memastikan prosedur berjalan baik selama pengetatan perjalanan rute domestik pada 18-24 Mei 2021.

“Pada periode peniadaan mudik 6 - 17 Mei, lalu lintas penerbangan jelas rendah. Setelah itu, penerbangan mulai merangkak naik, dan ini salah satu faktor yang membuat bandara AP II melakukan penyesuaian level operasional. Pemerintah juga telah menetapkan periode pengetatan perjalanan pada 18 - 24 Mei," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam siaran pers, Kamis (20/5/2021).

Mulai 18 Mei 2021, jelas Awaluddin, masing-masing bandara AP II melakukan penyesuaian level operasional. Mayoritas, level operasional dinaikkan satu tingkat lebih tinggi menjadi di level slowdown operation dibandingkan dengan sebelumnya, yakni minimum operation pada periode peniadaan mudik 6 - 17 Mei 2021.

"Ini untuk memastikan bandara AP II siap mengantisipasi lalu lintas penerbangan agar penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan baik,” ujar Muhammad Awaluddin.

Terdapat tiga level operasional bagi bandara AP II, yaitu normal operation, slowdown operation, dan minimum operation. Adapun tiga level operasional ini diperkenalkan AP II sejak pandemi Covid-19 melanda.

Muhammad Awaluddin memaparkan, melalui pilihan level operasional ini, bandara AP II dapat memperkuat aspek operasional untuk memenuhi berbagai prosedur dengan cepat, mengikuti perkembangan di lapangan dengan cepat, serta mempertimbangkan penggunaan sumber daya.

“Setiap bandara dapat menetapkan level operasional masing-masing, apakah normal, slowdown atau minimum untuk menciptakan resilient operation, agility operation, dan lean operation guna menghadapi tantangan Covid-19 dan tetap menjaga konektivitas udara Indonesia," jelas dia.

Muhammad Awaluddin mengungkapkan, manfaat lain yang dirasakan dari penetapan level operasional antara lain perlindungan kepada karyawan dan efisiensi operasional.

“Misalnya, pada slowdown operation tidak semua personel harus datang ke bandara, namun dilakukan penataan jam kerja yang selaras dengan lalu lintas penerbangan. Ketika personel berada di rumah, maka itu akan memperkuat aspek workforce protection," imbuh dia.

Manfaat lainnya, sebut dia, adalah bandara-bandara AP II dapat melakukan optimalisasi dan efisiensi secara signifikan seperti di Bandara Soekarno-Hatta yang mampu melakukan efisiensi penggunaan listrik hingga 45 - 51% dan penggunaan air yang dihemat berkisar 43 - 49% dibandingkan dengan rencana awal.

Direktur Operasi dan Layanan AP II Muhamad Wasid mengatakan, level slowdown operation artinya bandara-bandara AP II memastikan optimalisasi di tengah pandemi Covid-19, di mana personel dan fasilitas keamanan, pelayanan, serta keselamatan penerbangan dipastikan siap melayani lalu lintas penerbangan di tengah pandemi.

Pada level slowdown operation, jumlah personel dan fasilitas yang difungsikan lebih banyak dibandingkan dengan minimum operation. Sementara itu, normal operation merujuk pada operasional bandara di saat tidak adanya pandemi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN