Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Soekarno-Hatta dilengkapi skytrain sbg feeder antar terminal . Foto: dok. Angkasa Pura II

Soekarno-Hatta dilengkapi skytrain sbg feeder antar terminal . Foto: dok. Angkasa Pura II

AP II Siapkan Protokol New Normal untuk Aktivitas di Bandara

Thresa Sandra Desfika, Minggu, 17 Mei 2020 | 20:00 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Angkasa Pura /AP II (Persero) menyiapkan protokol guna mengantisipasi skenario the New Normal di tengah pandemi global Covid-19.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, AP II telah menerima surat dari Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyiapkan protokol guna mengantisipasi skenario New Normal di tengah pandemi global Covid-19.

“Sesuai arahan menteri BUMN, setiap BUMN termasuk PT Angkasa Pura II saat ini sudah diminta mempersiapkan protokol guna mengantisipasi The New Normal di tengah Covid-19 sejalan dengan bidang usaha masing-masing,” ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Minggu (17/5).

Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menunjukan data penerbangan saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait prosedur yang harus dipenuhi penumpang pesawat yang akan terbang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menunjukan data penerbangan saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait prosedur yang harus dipenuhi penumpang pesawat yang akan terbang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Dia melanjutkan, perseroan telah menetapkan satuan tugas penanganan Covid-19 dan segera merumuskan protokol penanganan Covid-19 terkait tiga aktivitas kebandarudaraan, yaitu operasional, pelayanan dan, komersial.

Selain itu, tentu juga mengenai proses bisnis di internal perseroan, seperti mengenai keputusan karyawan bekerja dari rumah dan bekerja di kantor.

Muhammad Awaluddin menegaskan, implementasi protokol The New Normal tersebut bergantung dari keputusan resmi pemerintah atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Protokol The New Normal BUMN memperhatikan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan diberlakukan jika ada keputusan resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau dari pemerintah. Belum ada tanggal pasti pemberlakukan protokol ini, baik mengenai kapan karyawan harus kembali bekerja dari kantor serta kriteria siapa saja yang harus bekerja di kantor,” ujar Muhammad Awaluddin.

Penerbangan domestik di Bandara Soetta dibuka kembali di tengah masa PSBB. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Penerbangan domestik di Bandara Soetta dibuka kembali di tengah masa PSBB. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan, protokol The New Normal di lingkungan kebandarudaraan akan lebih mengedepankan layanan dengan teknologi informasi dan memperhatikan physical distancing.

“Misalnya, personel PT Angkasa Pura II di bandara akan dilengkapi seragam khusus atau APD, kemudian sistem biometrik bisa saja digunakan kaitannya dengan pelayanan, keselamatan dan keamanan penerbangan. Lalu kepada maskapai dan penumpang akan diarahkan untuk lebih menggunakan self check in kiosk, mobile check in dan web check in, dibandingkan dengan datang ke konter check in,” ujar Muhammad Awaluddin.

Di samping itu, protokol The New Normal juga akan menyentuh aktivitas tenant komersial misalnya adanya kewajiban bagi tenant untuk menyediakan hand sanitizer dan diarahkan untuk menerapkan transaksi secara nontunai (cashless) menggunakan kartu atau dompet elektronik serta menerapkan prosedur physical distancing.

Muhammad Awaluddin menuturkan timeline implementasi protokol The New Normal ini akan diajukan ke Kementerian BUMN pada 25 Mei 2020.

“Yang jelas, kami siap mengantisipasi skenario The New Normal karena memang sudah sejak 4 tahun terakhir ini pengembangan bandara-bandara PT Angkasa Pura II mengarah ke digitalisasi untuk mewujudkan Smart Digital Airport di Indonesia,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN