Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Soekarno-Hatta dilengkapi skytrain sbg feeder antar terminal . Foto: dok. Angkasa Pura II

Soekarno-Hatta dilengkapi skytrain sbg feeder antar terminal . Foto: dok. Angkasa Pura II

AP II Targetkan 51% Pendapatan dari Bisnis Non-Aero

Thresa Sandra Desfika, Minggu, 12 Januari 2020 | 22:28 WIB

JAKARTA, investor.id  - PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) menargetkan porsi pendapatan non-aeronautika pada tahun ini sebesar Rp 6,54 triliun atau berporsi mayoritas 51% dari total pendapatan perusahaan. Adapun pendapatan aeronautika AP II sepanjang 2020 diproyeksikan senilai Rp 6,26 triliun.

Secara keseluruhan, AP II menargetkan pendapatan senilai Rp 12,8 triliun, laba bersih perusahaan mencapai Rp 3 triliun, serta laba sebelum bunga, pajak, amortisasi, dan depresiasi (Ebitda) diproyeksikan sebesar Rp 5,3 triliun pada tahun ini.

“Pendapatan pada tahun ini dikontribusikan dari bisnis aeronautika Rp 6,26 triliun dan non-aeronautika Rp 6,54 triliun yang di dalamnya sudah termasuk pendapatan kargo. Jadi, pertama kalinya mulai di tahun 2020 ini kontributor pendapatan terbesar AP II berasal dari bisnis non-aeronautika, yaitu sebesar 51%,” ungkap Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Minggu (12/1).

Muhammad Awaluddin. Foto: id.wikipedia
Muhammad Awaluddin. Foto: id.wikipedia

Awaluddin menambahkan, konsep pengelolaan portofolio perusahaan juga sudah mulai dikembangkan tidak hanya bertumpu pada core business saja tapi sudah masuk ke adjacent business atau beyond the core. Implementasi dari konsep ini adalah mengutilisasi secara maksimal pendapatan yang ada dalam bentuk multi-sided  revenue stream, seperti digital business, big data, transportation platform system, dan lain-lain.

Target-target tersebut, lanjut Awaluddin, dapat dicapai dengan juga memaksimalkan sinergi anak usaha melalui penerapan corporate parenting strategy dalam bentuk strategic control pada Angkasa Pura II Group dalam hal ini di PT Angkasa Pura Propertindo, PT Angkasa Pura Kargo, PT Angkasa Pura Aviasi, PT Gapura Angkasa, dan PT Angkasa Pura Solusi beserta dua anak usahanya, yaitu PT Angkasa Pura Solusi Integra dan PT Angkasa Pura Sarana Digital.

“Seluruh anak usaha ditargetkan meraih pendapatan Rp 3,4 triliun atau sekitar 26,7% dari total pendapatan 2020,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Dari sisi operasional, AP II memproyeksikan jumlah penumpang pesawat seluruh bandara yang dikelola mencapai 93,92 juta penumpang atau naik sekitar 4,3% dibandingkan dengan tahun lalu. Pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 771.940 atau naik 4,2%, dan pengelolaan kargo naik 4,2% menjadi 802.177 ton.

Di sisi layanan, terang Awaluddin, pihaknya mengoptimalkan layanan berbasis digital yang sudah ada mau pun berbagai inovasi ke depan dengan Bandara Soekarno-Hatta sebagai tempat pengembangan berbagai platform digitalisasi itu. AP II  menargetkan peringkat Bandara Soekarno-Hatta dapat membaik hingga masuk ke jajaran 30 besar bandara terbaik di dunia.

Awaluddin menuturkan, AP II pun terus mengoptimalkan peran Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang utama Indonesia. Konsep besarnya sendiri adalah bandara sebagai pusat seni dan budaya Indonesia.

“Salah satunya menjadikan Soekarno-Hatta sebagai tempat untuk memperkenalkan berbagai nuansa seni dan budaya nusantara, serta ikon yang dimiliki di sejumlah daerah. Kami berharap masyarakat dapat semakin mencintai Tanah Air dan dunia internasional semakin mengetahui kekayaan seni dan budaya Indonesia," tutur Muhammad Awaluddin.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA