Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
APBN. Ilustrasi: sp.beritasatu.com

APBN. Ilustrasi: sp.beritasatu.com

APBN 2021 Fokus Empat Sektor

Rabu, 25 November 2020 | 11:46 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021 akan difokuskan pada empat sektor. Fokus pertama adalah terkait  penanganan kesehatan.

“Ini masih dalam hal penanganan Covid, utamanya nanti akan fokus pada vaksinasi. Oleh sebab itu, anggaran yang berkaitan dengan penguatan sarana dan prasarana kesehatan, laboratorium,  penelitian dan pengembangan sangat diperlukan,” kata Presiden pada penyerahan  Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian/Lembaga (K/L) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Hadir di Istana Negara, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. Sedangkan,  pimpinan Lembaga dan para gubernur dari 34 provinsi mengikuti secara daring. 

Fokus kedua adalah  yang berkaitan dengan perlindungan sosial, terutama bagi kelompok yang kurang mampu dan rentan.

Ketiga, yang berkaitan dengan program pemulihan ekonomi, terutama dukungan kepada UMKM  dan dunia usaha. Penting sekali.

“Keempat, untuk membangun fondasi yang lebih kuat, kita akan melakukan reformasi struktural baik di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial dan lainnya,” katanya.

Dalam APBN 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2.750 triliun atau  tumbuh 0,4% dibandingkan alokasi belanja di APBN 2020. Alokasi ini terdiri atas belanja untuk K/L sebesar Rp  1.032 triliun.  Transfer  Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 795,5 triliun.

Alokasi belanja tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan prioritas pembangunan di berbagai bidang, di antaranya bidang  Kesehatan  sebesar Rp 169,7 triliun,   Pendidikan Rp 550 triliun, Infrastruktur Rp 417,17 triliun,  Perlindungan Sosial Rp 408,8 triliun,  Ketahanan Pangan Rp 99 triliun,  dan Pembangunan Tekonologi Informasi Rp 26 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN