Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) bersama Presiden Joko Widodo.

Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) bersama Presiden Joko Widodo.

Apersi Sambut Positif Tambahan Kuota FLPP 80 Ribu Unit Rumah

Selasa, 17 September 2019 | 21:59 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -Pengembang rumah subsidi yang tergabung dalam Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) menyambut positif langkah pemerintah untuk menambah kuota subsidi bagi masyarakat beprenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp8,6 triliun atau setara dengan 80 ribu unit rumah.

“Tentu kami bergembira, setelah ada kepastian bahwa Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tambahan langsung dana FLPP ini sebanyak 80 ribu unit rumah, meski masih jauh dari harapan,” kata Ketua umum Apersi, Junaedi Abdillah, di kantornya, Jakarta, Selasa (17/9), usai bertemu langsung dengan presiden Joko Widodo sebelumnya.

Junaedi mengatakan, selama ini pengembang diberikan ketidakpastian soal kuota FLPP yang sudah habis anggarannya. Sehingga banyak pengembang yang menghentikan sementara proyek rumah subsidi. Karena tidak ada anggaran dari pemerintah. “Banyak temen-temen kami pengembang di daerah mengeluhkan tidak bisa KPR, karena kuotanya habis,” kata dia.

Dengan tambahan ini, pengembang masih memiliki harapan guna menyelesaikan proyek rumah yang sudah siap untuk bisa dilakukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). “Jadi yang terbantu itu, tidak hanya pengembang, tetapi juga konsumen yang bisa mendapatkan rumah murah,” kata Junaedi.

Selain itu, kata dia, adanya tambahan kuota ini, memberikan kepastian kepada pengembang yang saat ini masih menunggu dana FLPP tersebut. Pasalnya masih ada sekitar 90 ribu unit rumah subsidi yang belum bisa lakukan KPR FLPP. “Kami kemarin ketika bertemu dengan presiden sudah mengajukan tambahan 120 ribu unit tetapi disetujui 80 ribu dan alhamdulillah, mudah mudahan dalam waktu 1-2 minggu ini bisa segera di  direalisasikan,” katanya.

Seperti diketahui bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan dana subsidi untuk rumah MBR melalui FLPP tahun 2019 ini sebanyak 68,9 ribu, atau setara dengan Rp 5,2 triliun dari APBN. Dana tersbeut telah terserap habis sampai bulan Juni. Sementara target pemerintah dalam program sejuta rumah menargetkan 1,2 juta unit rumah. Dimana 70% adalah rumah subsidi dan 30% rumah non subsidi.

Seperti diketahui bahwa, pada Senin kemarin, Presiden Jokowi merestui pencairan tambahan anggaran FLPP atau subsidi rumah Rp8,6 triliun pada September 2019 ini. Angka tersebut setara dengan pembangunan rumah subsidi sebanyak 80 ribu unit.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata. Foto: rumahhokie.com
Ketua Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata. Foto: rumahhokie.com

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan, tambahan kuota tersebut cukup untuk mengambil napas buat pengembang sampai November, “Tidak ada masalah, sejauh kuota FLPP ini bisa direalisasikan di bulan September,” ujar Soelaeman.

Menurut Eman, pengajuan tambahan anggaran yang diminta pengembang sebetulnya mencapai 130 ribu unit rumah hingga akhir 2019. Namun, pemerintah memberi lampu hijau untuk 80 ribu unit terlebih dulu. “Pencairan anggaran tambahan FLPP tersebut bisa cair dalam dua pekan ke depan,” katanya.

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul hamid saat berikan penjelasan soal program Rusun dan Rusus, di Kementerian PUPR.
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul hamid saat berikan penjelasan soal program Rusun dan Rusus, di Kementerian PUPR.

Sementara di tempat terpisah Direktur Jendral Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pemerintah masih optimistis target program sejuta rumah pada tahun ini sebesar Rp1,2 juta unit rumah bisa tercapai. “Ya kami optimis bisa tercapai, buktinya sampai sekarang program sejuta rumah ini sudah mencapai 800 ribu unit lebih,” ujarnya.

Selain menambah kuota, kata dia, pemerintah akan mempermudah perijinan untuk rumah MBR, terutama di daerah daerah. Karena kebutuhan rumah MBR ini sukup banyak di daerah. “Kita sudah bekerjasama dengan pemda untuk permudah perijinan dan juga kita kerjasama dengana stakeholder seperti pengembang untuk mewujudkan program sejuta rumah ini,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN