Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

APHI dukung Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Cegah Karhutla

Ridho Syukra, Minggu, 31 Mei 2020 | 19:31 WIB

JAKARTA, investor.id - Siaga kolaboratif dan langkah preventif merupakan upaya yang harus dilakukan pemangku kepentingan dalam menghadapi musim kering tahun ini.

Langkah antisipatif ini dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Menteri Lingkungan Hidup and Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi tingginya kepada Tim Rekayasa Hujan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya untuk membasahi gambut di Provinsi Riau dan mereka tetap berdedikasi bekerja tanpa henti meskipun di hari Lebaran.

Salah satu kantor BMKG. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Salah satu kantor BMKG. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Berdasarkan prediksi BMKG, musim panas mencapai puncaknya pada periode Juni-Agustus, Rekayasa Hujan melalui TMC dilakukan karena melihat mayoritas titik pemantauan tinggi muka air tanah lahan gambut provinsi Riau, telah menunjukkan pada level siaga bahkan bahaya.

Berdasarkan pantauan satelit NOAA dari Januari hingga awal Mei 2020 terdapat 25 hotspot (titik panas) dan terjadi penurunan 94% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu sebanyak 420 hotspot.sedangkan jika menggunakan satelit Terra Aqua, hotspot pada Januari hingga April 2020 sebanyak 746 titik api atau penurunan hotspot 440 titik sebesar 37% jika dibandingkan data hotspot tahun 2019 sebanyak 1.18 titik.

Khusus untuk provinsi Riau, jumlah hotspot tanggal 1 Januari-20 Mei 2020 tercatat 271 titik dengan confident 80-100%.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo menyampaikan apresiasi atas upaya bersama untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan khususnya di lahan gambut melalui TMC yang dilakukan KLHK bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Terima kasih kepada KLHK dan BPPT serta instansi terkait lainnya atas langkah dan upaya untuk mengurangi hotspot melalui rekayasa hujan dan aplikasi TMC, APHI dan anggotanya mendukung penuh upaya tersebut untuk mempertahankan kebasahan lahan gambut,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Minggu (31/5).

BPPT
BPPT

Sementara itu, Kepala BPPT Tri Handoko Seto menjelaskan aplikasi teknologi modifikasi cuaca paling tepat dilakukan pada saat periode peralihan musim hujan ke musim kemarau karena pada periode tersebut bibit awan masih banyak.

Keberhasilan hujan buatan ini tentunya tidak terlepas dari ketergantungan terhadap ketersediaan awan yang diberikan oleh alam.

Sebagai bagian dari kerjasama dengan KLHK untuk mendukung pembuatan hujan buatan di pulau Sumatera, BPPT telah menyiapkan 28 ton garam Nacl sebagai bahan semai selama 19 hari mulai 13-31 Mei 2020 di Provinsi Riau dan mulai tanggal 2 Juni akan dilanjutkan selama 15 hari di Sumsel.
Operasi penerapan TMC untuk provinsi Riau ini merupakan kelanjutan dari operasi yang dilaksanakan 11 Maret sampai 2 April 2020.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN