Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pengumpulan barang bekas untuk didaur ulang

Ilustrasi pengumpulan barang bekas untuk didaur ulang

Jadikan Pemulung Berpenghasilan Rp 10 Juta dalam Sebulan

Aplikasi Octopus Bantu Pengumpulan Kemasan Bekas untuk Didaur Ulang

Jumat, 5 Maret 2021 | 14:21 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Octopus, aplikasi pengumpulan kemasan bekas pakai, berkembang pesat seiring makin tingginya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, terutama memberdayagunakan produksi sampah secara sistematis.

Octopus adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya menyetorkan kemasan bekas pakai untuk didaur ulang. Pengguna, dengan target utama anak muda yang sudah peduli lingkungan, akan mendapat imbalan seperti voucher potongan harga saat membeli kopi-kopi kekinian.

Octopus memiliki 3 mobile apps, yaitu untuk pengguna (consumers), pelestari (waste collectors), dan pebisnis produksi sampah (checkpoints). Ketiga aplikasi ini telah besinergi sangat baik, hingga selama 6 bulan terakhir, Octopus telah berhasil mengumpulkan 9,9 juta produk sampah dari para pengguna. Yang membanggakan, salah satu pelestari Octopus meraih penghasilan sejumlah 10,4 juta rupiah dalam satu bulan pada Oktober 2020.

Sulaiman (43) adalah nama pelestari tersebut. Awalnya, ia terbelit utang dari 3 platform pinjaman online. Ia tak punya rumah, memiliki tanggungan 2 anak, dan saat itu tak punya pilihan untuk menyelamatkan perekonomian keluarganya.

Kemudian, Sulaiman menemukan Octopus. Ia mengajukan diri sebagai Pelestari/pengangkut sampah daur ulang pada Februari 2020. Sampah yang diangkutnya itu dibawa untuk dijual ke bank sampah. Lalu bank sampah mitra Octopus menjualnya ke industri daur ulang.

Berkat kerja kerasnya, dalam sebulan Sulaiman bisa melunasi utang-utang, membayar uang sekolah anak-anaknya, dan mengamankan perekonomian keluarganya.

Penghasilan Sulaiman sebagai Pelestari penuh waktu di Octopus diawali sekitar 1 juta rupiah per bulan, lalu naik menjadi 3 juta rupiah per bulan, dan akhirnya mencapai 10,4 juta per bulan. Pendapatan Sulaiman ini menjadi rekor tertinggi bagi Octopus.

Sulaiman adalah satu dari sekitar 8000 orang yang menjadi Pelestari di Octopus yang beroperasi di Makassar dan Bali. Mayoritas Pelestari ini dulunya adalah para pemulung yang diberi pelatihan cara memakai aplikasi dan mengenali sampah yang bisa diterima oleh industri daur ulang. Selain pemulung, Pelestari juga terdiri dari mahasiswa, korban PHK akibat pandemi Covid-19 dan ojek online.

Octopus Indonesia berdiri di Makassar pada awal 2020, terdiri dari 7 orang dengan beragam latar belakang, seperti lulusan kampus Amerika Serikat seperti Harvard Business School dan MIT, dan UC Berkeley. 

CEO sekaligus co-founder Octopus, Moehammad Ichsan mengatakan, Octopus melakukan proyek pilot pertama di Makassar.

“Dengan alasan kami ingin mulai berinovasi dari Indonesia bagian timur. Saya kemudian bertemu dengan Hamish, dan ternyata memiliki visi yang sama dengan Hamish mengenai bagaimana cara-cara sampah yang dikonsumsi tidak lari ke tempat sampah ataupun dibuang, tapi bisa menjadi penggerak industri daur ulang yang dapat meningkatkan aktifitas sirkular ekonomi,” kata Ichsan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/3).

Hamish Daud Wylie yang merupakan suami penyanyi Raisa kini menjadi Chief Marketing Officer  Octopus.

“Octopus adalah sebuah ekosistem ekonomi sirkular yang bisa jadi solusi permasalahan sampah di Indonesia, kita membantu industry dapet material daur ulang lebih bagus, bantu pemulung dapat kerjaan lebih layak, bahkan bantu standarisasi harga material daur ulang di setiap kota, everybody is happy, it’s a win-win solution!”, Hamish daud, CMO Octopus.

Saat ini Octopus Indonesia memiliki 35 ribu pengguna aplikasi, 1.600 mitra pengepul dan bank sampah tempat Pelestari menyetorkan sampah yang diangkut. Aplikasi Octopus telah hadir di kota Makassar, Badung (Bali), Gianyar (Bali), Denpasar, dan akan segera hadir di Bandung.

 

 

 

 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN