Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Foto: IST

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Foto: IST

BUKA SAMPAI 17.00 DENGAN KAPASITAS 25%

APPBI: Masih Berat bagi Pusat Perbelanjaan

Senin, 26 Juli 2021 | 15:57 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  –  Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyambut baik adanya pelonggaran kepada pusat perbelanjaan yang berlokasi di wilayah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga.

Namun menurut Alphonzus, pelonggaran tersebut masih akan memberatkan pengelola pusat perbelanjaan. Pasalnya pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi dengan kapasitas 25% saja dan hanya boleh buka sampai dengan pukul 17.00.

“Malam hari adalah puncak kunjungan atau peak hour bagi pusat perbelanjaan dan restoran. Jika hanya beroperasi sampai dengan jam 17.00 saja, maka pusat perbelanjaan dan restoran akan kehilangan puncak kunjungan,” kata Alphonzus kepada Beritasatu.com, Senin (26/7/2021).

Karenanya, pusat perbelanjaan sangat berharap PPKM level empat dan tiga dapat berjalan efektif dan kasus aktif Covid-19 kembali turun, sehingga PPKM tidak berkepanjangan dan dapat segera mungkin diakhiri.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah memberi sambutan dalam pembukaan sentra vaksinasi di Smesco Indonesia, Senin, 7 Juni 2021.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah memberi sambutan dalam pembukaan sentra vaksinasi di Smesco Indonesia, Senin, 7 Juni 2021.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah juga menyampaikan, dalam menerapkan kebijakan pengetatan selama masa PPKM, seharusnya kebijakan yang diambil tidak dipukul rata untuk semua sektor. Sebab ada beberapa sektor yang selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan bukan merupakan klaster Covid-19, seperti mall atau pusat perbelanjaan.

“Harapannya protokol kesehatan yang sudah kami lakukan, baik itu vaksinasi seluruh karyawan dan juga ekosistemnya, serta protokol kesehatan yang sangat ketat kami jalankan baik di mall maupun toko, itu bisa dilihat sebagai unsur memberikan kelonggaran. Kami sudah menginventarisasikan banyak tenaga, waktu dan dana untuk membuat konsumen offline tetap dapat terlayani dengan baik, sehingga seharusnya tidak diberikan pembatasan ketat. Ini juga penting untuk pemulihan ekonomi,” kata Budiharjo.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN