Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jam operasional pasar pertokoan dalam masa PSBB transisi. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Jam operasional pasar pertokoan dalam masa PSBB transisi. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

APPBI Minta Pemprov DKI hanya Terapkan PSBB Transisi

Sabtu, 12 September 2020 | 21:08 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja berharap, pemerintah provinsi DKI Jakarta tetap menerapkan PSBB transisi, bukan yang terlalu ketat. Dia khawatir, penerapan PSBB total akan membatasi pergerakan masyarakat sehingga kesulitan berkunjung ke pusat belanja atau mal.

“Jadi kami harap tetap PSBB transisi, tetapi dengan penerapan protokol kesehatan yang tegas. Itu yang kami harapkan,” kata Alphonsus.

Dia juga meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan insentif-insentif yang telah dijanjikan. Menurut dia, pengusaha pusat belanja sudah mengalami kesulitan finansial sejak pandemi Covid-19. “Yang kami harap dari pemerintah stimulus dipercepat. Saat ini kami merasakan prosesnya cukup lama,” imbuh dia. 

Dia pun mengkhawatirkan pengetatan PSBB akan semakin mendekatkan Indonesia kepada resesi ekonomi. Kebijakan itu juga berpotensi menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), padahal saat ini banyak perusahaan mulai melakukan perekrutan.

“Dengan demikian, peluang terjadinya resesi ekonomi akan menjadi semakin besar dan semakin mendekati kenyataan. PSBB transisi yang dimaksudkan untuk memulai gerak perekonomian dengan syarat pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dapat dikatakan gagal akibat sebagian besar masyarakat tidak patuh dan disiplin,” kata Alphonsus ketika dihubungi Investor Daily.

Saat ini, kata Alphonsus, pengelola pusat belanja atau mal masih menunggu peraturan atau Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang lebih detail. Yang pasti, menurut Alphon, pemberlakuan kembali PSBB menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk_ menerapkan dengan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pemberlakuan kembali PSBB total menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak berhasil menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin, yang pada akhirnya mengakibatkan kerugian bagi semua pihak,” imbuh dia.

Padahal, selama PSBB transisi, pengelola mal telah menerapkan protokol kesehatan sebagaimana ditentukan oleh pemerintah. Dia meyakini bahwa mal merupakan lokasi yang relatif sehat dan aman dari penyebaran pandemi. Selain itu, apabila PSBB jilid II betul diterapkan, dia berharap pemerintah daerah DKI Jakarta tetap memperbolehkan mal beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, pelaku usaha mal akan lebih terpuruk pada pemberlakuan PSBB kali ini dibandingkan sebelumnya. Pasalnya, PSBB sebelumnya didahului oleh kondisi normal dimana pegusaha masih memiliki cadangan kas.

Sementara itu, saat ini, pengusaha mal akan memasuki PSBB total kedua dalam kondisi keuangan yang sudah babak belur._

“Namun tentunya pusat perbelanjaan juga harus mematuhi dan mendukung apa yang akan diputuskan serta ditetapkan oleh pemerintah dengan segala risiko dan konsekuensinya yang hampir dapat dipastikan akan menjadikan kondisi pusat perbelanjaan semakin memburuk,” ucap dia. (hg)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN