Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. Foto: kemenperin.go.id

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. Foto: kemenperin.go.id

SEBAGAI SEKTOR ESSENSIAL

Aprindo Minta Ritel Modern & Mall Beroperasi Normal Saat PPKM Darurat

Rabu, 30 Juni 2021 | 13:51 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Peningkatan varian baru Covid-19 terus berfluktuasi dan Aprindo mengapresiasi atas segala upaya Pemerintah untuk menanggulanginya dengan penerapan Prokes 5 M ketat pada masyarakat dan pelaksanaan 3 T oleh Pemerintah, sesuai PPKM Mikro yang saat ini berlaku nasional selain Vaksinasi yang terus juga diupayakan meningkat.

Namun, Aprindo menyatakan perihal Pembatasan Operasional sektor Ritel Modern & Mall sebagai 'sektor esensial' yang menyediakan kebutuhan pokok & sehari hari, sangat tidak efektif & relevan, di kala apapun situasinya, masyarakat tetap akan memenuhi kebutuhan pokok dan sehari-harinya yang tidak mungkin dihilangkan maupun ditunda.

“Kita bersama tentunya tidak mengharapkan multi dimensi pada krisis kesehatan, ekonomi & sosial di akhirnya melainkan yang kita harapkan adalah keluar dari krisis pandemik & kemajuan ekonomi,” kata Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey dalam rilisnya Rabu (30/6/2021).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey. Foto: IST
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey. Foto: IST

Menurut Roy, pembatasan jam operasional selain akan berpotensi terjadi nya kedatangan masyarakat yang signifikan pada jam operasional yang diperketat, pembatasan akan mengakibatkan semakin terpuruknya barang dagangan para UMKM yang menaruhkan harapan penjualan produk-produknya, menjadi tidak laku, melambatnya produktivitas sektor manufaktur makanan minuman serta berpotensi penutupan gerai ritel yang tak terhindarkan yang bermuara pada tergerusnya konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar (60% pada PDB) bagi harapan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Karena pembatasan operasional mengakibatkan mobilitas masyarakat terbatas datang ke gerai Ritel & Mall,” tandas Roy.  

“Apalagi Mall & Ritel, memiliki fasilitas prokes yang memadai, yang dikelola profesional oleh korporasi, hingga sekarang bukan cluster pandemik, karena tetap konsisten menerapkan Prokes dengan disiplin ketat,” tambahnya

Dengan memperhatikan pengalaman cara Aprindo menghadapi dan menanggulangi Covid-19 dari tahun 2020 lalu, lanjut Roy, kiranya dapat memberikan cara pandang dan berpikir yang berarti.

“Bahwa Covid-19 akan hidup bersama kita, hanya dengan Disiplin Kuat dalam gaya hidup (lifestyle) dan Komitmen atas Prokes 5 M sebagai adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan sanksi sosial & hukum yang 'ekstrem' tanpa kompromi dan berfokus pada kecepatan dan peningkatan upaya memvaksinasi massal yang lebih cepat dari pergerakan fluktuasi Virus Covid-19 sekarang ini bagi seluruh masyarakat tanpa adanya rentetan syarat & kondisi apapun,” katanya.

“Hal ini akan menjadi game changer dan ultimate key success factor dalam meminimalisasikan dampak pandemik dan memutus penularan Covid-19 seperti yang kita ketahui dari pengalaman Tiongkok dan berbagai negara Eropa yang lebih sukses menanggulangi Covid-19,” ujar Roy.

Dia menambahkan, Aprindo tidak mengingikan pengorbanan yang telah dilakukan sebagai 'pejuang ekonomi' yang tergerus karena pandemik bersama sektor-sektor lainnya, namun Aprindo tetap bertahan melayani kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat, meningkatkan penerimaan PPN atas produk-produk yang dijual, menjaga keseimbangan Inflasi harga produk selama 15 bulan terakhir ini, akan kandas kembali akibat kebijakan yang diputuskan dengan tidak efektif & arif bijaksana bahkan yang cenderung menimbulkan seringnya multi tafsir dan multi cara penerapan di daerah -daerah, dengan berbagai alasan sensasi atau suatu kepentingan dan dalih-dalih untuk mengurangi jumlah kasus positif Covid-19 sementara Covid-19 tidak berangsur konstan melandai dan kita semua belum dapat 'lolos' dari pandemik yang tidak pernah kita harapkan,” imbuh Roy.

Ritel Modern & Mall, tandas Roy, akan mendukung setiap ketentuan yang ditetapkan Pemerintah sepanjang atau jika memang efektif untuk menekan laju lonjakan jumlah kasus positif Covid-19.

“Kami mengimbau agar apapun rencana keputusan dapat dipertimbangkan kembali secara mendalam, apakah memang benar - benar efektif untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 yang sedang melonjak fluktuatif saat ini atau hanya karena terdelusi dengan segala hal yang tidak melalui observasi yang sangat mendalam atau mendengar dan mendapatkan asumsi tanpa mengajak pelaku usaha riil kompeten untuk berkomunikasi sebagai upaya bersama sama menanggulangi pandemi Covid-19,” tutup Roy Mandey.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN