Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam diskusi sesi I hari pertama (13/7/2021), Investor Daily Summit 2021 yang bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam diskusi sesi I hari pertama (13/7/2021), Investor Daily Summit 2021 yang bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

INVESTOR DAILY SUMMIT 2021 (HARI I)

Arsjad Rasjid: Indonesia Sedang Hadapi Dua Perang

Selasa, 13 Juli 2021 | 12:38 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, saat ini Indonesia sedang menghadapi dua perang yaitu perang melawan pandemi dan perang ekonomi. Untuk itu dirinya ingin membangun Kadin yang inklusif dan kolaboratif, agar Kadin Indonesia bisa lebih berperan dalam membantu pemerintah memenangkan kedua perang tersebut.

Dia menerangkan, jika bicara soal inklusif itu berarti bicara mengenai pengusaha mikro, kecil, menengah, dan juga besar. Sedangkan kolaboratif adalah bagaimana kita membangun kemitraan di antara pengusaha, di antara pengusaha dengan pemerintah, di antara pengusaha dengan pekerja, dan juga pengusaha dengan pemangku kepentingan lainnya.

Lebih lanjut Arsjad menerangkan, pihaknya berpikir ke depan Kadin sebagai rumah semua pengusaha ikut mengupayakan kunci memulihkan kesehatan, untuk membangkitkan ekonomi.

“Karena kita sadari semua pada saat ini sedang menghadapi yang saya katakan adalah perang melawan pandemi, di mana kita harus memenangkan perang tersebut,” ucap dia dalam acara Investor Daily Summit (IDS) 2021 Sesi 1: Mengakselerasi Investasi di Kawasan Ekonomi Baru, yang disiarkan secara daring, Selasa (13/7).

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam diskusi sesi I hari pertama (13/7/2021), Investor Daily Summit 2021 bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam diskusi sesi I hari pertama (13/7/2021), Investor Daily Summit 2021 bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Soal perang ekonomi, Arsjad menjelaskan, dengan adanya tantangan ekonomi yang dihadapi oleh setiap negara di dunia, termasuk Indonesia, berarti kita juga perang dengan negara lain untuk membawa investasi masuk.

“Di sinilah peperangan dan pertempuran-pertempuran kita yang harus kita menangkan. Jadi, itu yang ada dan bagaimana Kadin Indonesia bisa lebih berperan,” ucap dia.

Arsjad mengatakan, ke depan ada 4 pilar atau 3+1 yang akan dibawa oleh Kadin. Dia menerangkan, +1 lebih mengenai internal organisasi Kadin dan regulasi untuk Kadin. Sedangkan 3 pilar lainnya, pertama adalah pilar kesehatan.

Arsjad melihat perlunya kita fokus mengatasi masalah kesehatan. “Sekarang ini vaksinasi, tetapi selanjutnya adalah bagaimana kita melakukan deregulasi terhadap industri kesehatan ke depan, untuk mengantisipasi adanya pandemi ataupun hal-hal lain, di mana kita harus bisa menjawab dan bisa memenangkan juga,” ucap dia.

Komite Vokasi Nasional
Pilar kedua setelah kesehatan adalah pilar yang dinamakan kewirausahaan dan kompetensi. Di sinilah bagaimana Kadin akan mengembangkan dan menciptakan pengusaha-pengusaha mikro, kecil, dan menengah.

“Lalu, bagaimana Kadin bisa juga berperan untuk membangun kompetensi, yang salah satu progamnya adalah kita ingin menciptakan komite vokasi nasional,” beber Arsjad.

Pilar ketiga adalah membangun ekonomi daerah untuk memperkuat ekonomi nasional. Dalam hal ini, kawasan ekonomi baru menjadi salah satu upaya untuk melakukan hal tersebut.

Dia menerangkan, kawasan ekonomi baru bisa menumbuhkan kawasan aglomerasi. "Kadin percaya bahwa ini bisa membuat yang namanya pemerataan ekonomi nasional, yang selama ini sangat sentralis di Jawa. Apalagi, dengan adanya proses digitalisasi dan bicara mengenai ekonomi ke depan yang based on industri revolusi 4.0 yang memerlukan teknologi. Walaupun orang luar yang melakukan penciptaan teknologi itu, tapi semuanya memerlukan yang namanya mineral, memerlukan bahannya dari Indonesia. Ini menjadi pertumbuhan, khususnya di Indonesia Timur. Jadi, menumbuhkan kawasan aglomerasi,” ucap Arsjad.  

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN