Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Arsjad Rasjid.  Foto:Dok. pribadi

Arsjad Rasjid. Foto:Dok. pribadi

Arsjad Rasjid: UMKM Pilar Utama Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Selasa, 25 Mei 2021 | 11:23 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid menyatakan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  adalah pilar utama untuk kebangkitan ekonomi Indonesia.

Arsjad yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 mengungkapkan  bahwa UMKM memberikan kontribusi sebesar  61,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 120 juta angkatan kerja di berbagai daerah.

“Mari kita all out  membantu UMKM yang menjadi pilar penting utama bagi kebangkitan dan keberlanjutan ekonomi Indonesia. Selama ini, Usaha Mikro Kecil Menengah telah  tulang punggung perekonomian kita, yang saat ini menghadapi situasi  sulit  akibat penyebaran wabah Covid-19,” kata  Arsjad di Jakarta, pada Selasa (25/5/2021).

Ia  mengatakan, sebanyak  65 juta UMKM yang tersebar di Indonesia menjadi  wadah paling efektif untuk menciptakan pengusaha-pengusaha baru,  yang  mampu menghasilkan beragam produk berkualitas tinggi,  menguasai pasar dalam negeri, dan  dapat bersaing di pasar global.

Dikatakan, reformasi struktural yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memudahkan UMKM untuk terus tumbuh dan berkembang. Selain itu, reformasi struktural juga akan mempermudah  pelaku UMKM kepada  akses pembiayaan, akses pasar, pendampingan, branding, packaging, dan pemasaran.

“Kita berikan tempat terbaik bagi UMKM  untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya, baik di dalam maupun luar negeri. Tempatkan produk-produk UMKM di etalase terdepan pusat-pusat perbelanjaan. Produk-produk UMKM harus lebih banyak mengisi  gerai-gerai di bandar udara, rest area, tempat wisata, dan lokasi-lokasi  strategis lainnya,” kata Arsjad.

Di sisi lain, kata Arsjad,  pelaku UMKM juga harus berinovasi,  memanfaatkan peluang perjanjian dagang, dan investasi antara Indonesia dengan negara-negara sahabat, sebab  lebih dari 80% produk-produk buatan Indonesia mendapatkan tarif 0%,  seperti tekstil, perhiasan, dan ikan olahan.

“Mayoritas  pelaku UMKM  kita bergerak di sektor pertanian, peternakan, kehutanan,  dan perikanan. Sekitar  29%  bergerak di sektor perdagangan dan  yang berjualan daring sebanyak 17,1%,” kata Arsjad.

Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan pada tahun 2021 kontribusi UMKM   sebesar  62,36% terhadap PDB  nasional,  dan diperkirakan akan naik menjadi 65%  pada  2024 mendatang.

Selain itu, ekspor UMKM yang pada tahun lalu berada di kisaran 14%, ditargetkan meningkat  menjadi 15,12% pada tahun ini dan menjadi 21,60% pada 2024. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN