Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar kerja sama IICD, SparkCognition dan Geoservices yang didukung oleh Berita Satu Media Hodings.

Webinar kerja sama IICD, SparkCognition dan Geoservices yang didukung oleh Berita Satu Media Hodings.

Artificial Intelligence Dinilai Berperan Penting dalam Proses Transformasi Digital

Jumat, 20 November 2020 | 08:03 WIB
Majalah Investor

JAKARTA, investor.id - SparkCognition, perusahaan industrial artificial intelligence (AI) terkemuka di dunia, bekerjasama dengan PT Geoservices dan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) menyelenggarakan sesi webinar dengan tema The Age of Digital Transformation: Enabling Organizations with Artificial Intelligence During The Market Transitions."

Sesi webinar yang turut didukung oleh Beritasatu Media Holding ini digelar pada Kamis, 19 November 2020, pukul 09:30 – 12:15 WIB.

Adapun tujuan webinar ini adalah memberikan informasi kepada publik khususnya para pembuat keputusan mengenai pentingnya Artificial Intelligence (AI) dalam proses transformasi digital. Transformasi Digital dinilai bukan sebagai pilihan lagi, melainkan sudah menjadi kebutuhan dalam menjaga kelangsungan bisnis yang tidak dapat dihindari.

Dalam sambutannya saat membuka webinar ini, Direktur Eksekutif IICD & IIPG, Vita Diani Satiadhi, menyatakan bahwa suka atau tidak suka, saat ini kita telah memasuki era disrupsi atau Revolusi Industry 4.0. Transformasi digital sudah menjadi kebutuhan dalam menjaga kelangsungan bisnis. IT Governance sudah menjadi motor penggerak penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam perusahaan.

“Sebagai organisasi nirlaba yang didirikan tahun 2000, IICD memiliki visi melakukan internalisasi praktek-praktek tata kelola perusahaan terbaik (GCG) berdasarkan standar Internasional, dan tema transformasi digital pada webinar kali ini sejalan dengan visi IICD tersebut dalam menggerakkan implementasi GCG secara kompetitif, efektif dan efisien,” papar Vita.

Sementara nara sumber pertama, Prof. Eko Indrajit membawakan materi dengan judul “Introduction to AI: Where is AI today?”. Prof. Eko menyatakan bahwa AI merupakan kecerdasan yang didemonstrasikan oleh mesin, bukan seperti kecerdasan ilmiah yang ditunjukkan oleh manusia dan hewan. AI sendiri adalah suatu sistem yang terdiri dari gabungan beberapa komponen seperti Machine Learning (ML), yaitu kemampuan sistem unutk menggunakan algoritma dan model statistic untuk melakukan tugas tanpa suatu instruksi tertentu berdasarkan pola yang ada, Training Data, yaitu data yang digunakan melatih kemampuan ML dalam menerapkan algoritma dalam pelaksanaan tugas dan komponen keterlibatan manusia dalam melatih algoritma suatu ML.

“AI mempunyai tujuan untuk memberdayakan manusia menuju ke tingkatan yang lebih baik. Dalam kegunaannya untuk korporasi, AI dapat mendefinisikan data-data yang tidak terstruktur untuk bisa digunakan dalam memahami dinamika bisnis melalui real-time data, sehingga berbagai macam manfaat dapat digunakan sesuai dengan konteksnya,” urai Prof. Eko.

Lebih jauh dikatakan, AI merupakan bagian dari Revolusi Industri 4.0 dan sudah ada kehadirannya saat ini, dimana ditunjukkan dengan adanya program Visi Besar Indonesia tahun 2045 yang melibatkan penerapan strategi nasional berbasis AI untuk berbagai macam sektor seperti kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan penelitian, ketahanan pangan dan mobility/smart city. Terjadinya situasi Pandemi, seperti wabah COVID-19 telah mempercepat penggunakaan aplikasi digital, contoh e-learning. Hal ini menunjukkan bahwa masa depan sudah datang dan setiap orang harus mempersiapkan implementasi AI untuk menghadapi transformasi era digital yang dipercepat oleh adanya Pandemi covid-19 ini.

Nara sumber kedua Amir Husain, CEO SparkCognition mengangkat tema “The Model-Based Enterprise: How to Use AI to Transform your Business”. Paparan Amir Husain berfokus pada pembelajaran praktis dari penerapan Artificial Intelligence (AI) selama bertahun-tahun di beberapa perusahaan terbesar di dunia dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana cara mengembangkan strategi untuk menggunakan AI secara strategis, bagaimana cara mengatur perusahaan untuk menggunakan AI, bagaimana cara mengatasi hambatan internal dan bagaimana cara praktis untuk menyampaikan keunggulan AI.

“AI perlu dipahami bukan sebagai suatu produk atau algoritma semata, tetapi sebagai ilmu pengetahuan yang merupakan suatu area pembelajaran yang menghasilkan suatu peningkatan atau kemajuan,” urainya. Dalam penerapan AI pada suatu bisnis, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana untuk dapat merasakan, memutuskan dan mengambil tindakan dari suatu sistem automasi. Model automasi siklus perusahaan terdapat berbagai macam, contohnya sistem evaluasi perekrutan karyawan, identifikasi pelanggan potensial untuk peningkatan pemasaran, pembuatan automasi sistem rute perjalanan udara.

Dikatakan, pemodelan suatu AI dapat melakukan suatu pemetaan pada alur sistem kerja untuk mengetahui model yang paling sesuai dan memberikan dampak pemasukan terbesar. Proses business modern yang berlandaskan data dapat memberikan pertumbuhan secara eksponensial karena dapat melakukan perubahan seperti proses business dapat didigitasi dan kompetensi penyelesain tugas menjadi bagian intrinsik dari suatu korporasi, pembelajaran yang berkelanjuta untuk dengan geografis dan lingkungan yang berbeda. Keekonomian proses business modern yang berlandaskan data yang baik adalah model dengan penggunaan biaya terendah, penyebaran dalam jumlah terbesar dan model yang paling banyak diterapkan. “Implementasi AI merupakan perubahan besar dari suatu cara berpikir yang harus berasal dari kepemimpinan yang mampu berpikir ke depan dalam perusahaan,” imbuhnya.

Betty Alisjahbana tampil menjadi pembicara ketiga Webinar mengangkat topik “The Digital Transformation: Utilizing AI Applications During Economic Transitions”. Betty menyatakan AI dapat berperan dalam memberikan dorongan pemasukan, penurunan biaya dan pengaturan risiko, khususnya dalam era transformasi digital yang perkembangannya semakin pesat karena situasi pandemic COVID019 dan berdampak transfer data dalam jumlah besar. Pada ekosistem digital, transformasi ini paling dirasakan pada online platforms untuk e-commerce untuk pembelian barang dan servis.

Mengenai hal ini, perusahaan perlu untuk memikirkan ulang mengenai penggunaan AI untuk memanfaatkan keberadaan data secara maksimal dari sumber-sumber baru. Pendekatan menyeluruh perlu dilakukan terhadap keterikatan, kapabilitas AI dan pengambilan keputusan yang didukung, data driven business dan infrastruktur teknologi. Penataan ulang dan investasi keterampilan perlu dilakukan untuk penggunaan AI, seperti pengembangan ketrampilan melalui proyek, pendekatan terstruktur untuk menumbuhkan dasar keterampilan dan mengadopsi pendekatan pengembangan yang gesit untuk bisa menerapkan timbal balik yang cepat dan penyampaian awal suatu nilai pada pelanggan internal.

Narasumber keempat, Lord John Browne dalam video wawancaranya dengan Amir Husain mengenai pemanfaatan keragaman teknologi untuk mendorong kemajuan bisnis menyatakan bahwa kita semua para manusia sudah mempunyai kemampuan yang ada, hanya saja belum dimaksimalkan dengan baik dan informasi yang diterima belum dimengerti dengan baik. Dalam penggunaan AI sebagai teknologi untuk menghadapi situasi pandemi seperti wabah COVID-19, harus didasarkan pada penggunaaan semua data dan pengetahuan yang dimiliki.

Disampaikan bahwa, penerapan teknologi seperti AI tentunya akan tetap berkaitan dengan keamanan dan privasi data yang tentunya tetap merupakan hal terpenting, begitu juga dengan regulasi-regulasi yang ada. Dampak pandemi COVID-19 yang terjadi pada dunia bisnis salah satunya ada pada rantai pasokan, dimana krisis yang muncul menyebabkan banyak perusahaan mempercepat sistem kerja, seperti mendefinisikan ulang efisiensi dan memikirkan ulang suatu konklusi.

Masa depan industri minyak dan gas bumi dalam jangka sedang sebagai contoh saat terjadi penurunan harga minyak saat awal situasi Pandemi COVID-19 dimana tidak terdapat tempat penyimpanan minyak yang sudah diproduksi, pada akhirnya tempat penyimpanan dapat ditemukan kembali dengan adanya bantuan penyaluran informasi dari satellite imaging, processing dan algoritma. Dalam jangka panjang, produksi minyak dan gas bumi menghasilkan karbon dioksida dan metana yang dapat menyebabkan perubahan iklim. Hal ini harus diantisipasi secara hati-hati, untuk menghindari adanya fenomena alam berdampak besar seperti pandemi COVID-19. Sehingga, produksi minyak dan gas bumi yang berdampak pada perubahan iklim ini perlu dikurangi.

Panelis penanggap video wawancara Lord John Browne, yaitu Philippe Herve (VP of SparkCognition Inc. Oil & Gas Energy Sector) dan Hiroshi Kinoshita (Head of Asia Pacific SparkCognition Inc.) memberikan pandangan masing-masing mengenai pengaruh AI dalam dunia industry berdasarkan penerapan yang dilakukan oleh SparkCognition Inc. Philippe Herve menyatakan bahwa AI yang diterapkan dalam fasilitas-fasilitas industri minyak dan gas bumi tidak hanya sebagai solusi, tetapi juga merupakan sistem peringatan dini untuk menjaga suatu operasi dan sisi keamanannya.

Penerapan AI terbaik adalah dengan menerapkannya sejak sekarang, tidak perlu menunggu adanya suatu kejadian pada sistem yang sudah ada. Hiroshi Kinoshita menyatakan bahwa penerapan AI tidak hanya dapat dilakukan sektor power generation, seperti pemeliharaan prediktif dan kemanan sistem cyber yang secara umum dilakukan oleh SparkCognition Inc. tetapi juga pada area lain untuk meningkatkan pemasukan dan efisiensi biaya. Solusi AI dapat diterapkan secara luas.

 

 

 

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN