Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komodo. Foto: Ist

Komodo. Foto: Ist

Asosiasi Perjalanan Wisata Dukung Penataan Ulang TN Komodo

Eva Fitriani, Rabu, 4 Desember 2019 | 10:32 WIB

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendukung penataan kembali daya tampung wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional (TN) Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.

"Upaya pemerintah sudah benar untuk memperhatikan daya tampung wisatawan ke Taman Nasional Komodo," kata Ketua Asita Provinsi NTT Abed Frans, Rabu (4/12).

Dia mengatakan, hal itu berkaitan dengan rencana penataan daya tampung wisatawan ke Taman Nasional Komodo untuk menjaga keberlangsungan ekosistem di destinasi wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodi (Varanus komodoensis)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengatakan bahwa kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo, di Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, akan dibatasi dengan tujuan daerah itu menjadi kawasan konservasi.

"Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi, sehingga turis di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau enggak mampu bayar, enggak usah ke sana," kata Jokowi.

Abed mengatakan, sebagai pelaku usaha wisata yang melayani kunjungan wisatawan, pihaknya terus memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan hidup ekosistem di setiap objek wisata sebagai aset utama untuk menarik minat kunjungan wisatawan.

Pemilik operator tur PT Flobamor Tours itu menegaskan, Taman Nasional itu harus betul-betul dijaga ekosistem yang ada di dalamnya.

Mengenai wisata Taman Komodo yang akan dijadikan sebagai destinasi superprioritas, Abed juga mengapresiasi hal tersebut.

Akan tetapi, menurut dia, hal itu hanya untuk Pulau Komodo saja sebagai habitat utama kadal raksasa itu, tidak termasuk Pulau Rinca dan pulau lain di dalam kawasan itu.

"Jadi untuk destinasi superprioritas bukan keseluruhan dari Taman Nasional Komodo itu, tapi hanya di Pulau Komodo," tegas dia.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA