Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi 5 (Pakis-Malang) . Foto: PUPR

Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi 5 (Pakis-Malang) . Foto: PUPR

Asosiasi Tol Surati PUPR Terkait Stimulus Jalan Tol

Selasa, 28 April 2020 | 16:40 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Hari ini, Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mengirimkan surat kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terkait rencana stimulus dan inisiatif bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19).

"ATI hari ini kirim surat," ucap Kepala BPJT Danang Parikesit kepada Investor Daily, Selasa (28/4/2020). Menindaklanjuti kiriman surat tersebut, Danang memastikan para investor akan dibantu sejauh dimungkinkan dalam perjanjian konsesi.

Terlebih, jika kewenangannya berada di bawah Menteri PUPR, Danang bersedia untuk memberikan masukan kepada Menteri Basuki.

Diketahui surat yang dilayangkan ATI itu berkaitan dengan inisiatif dan stimulus ekonomi bagi pengusaha jalan tol dalam mengatasi dampak Covid-19. Hal ini menyusul menurunnya traffic tol sebesar 42% hingga 60% akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah tol di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ATI Krist Ade Sudiyono menyampaikan, posisi ATI saat ini menjalin komunikasi intens dengan semua pemangku kepentingan. "Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya, termasuk mempelajari berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah sebelumnya," ujar Krist dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Selasa (28/4).

Terkait kinerja jalan tol yang sudah beroperasi, ATI mencatat laporan jumlah lalu lintas dan pendapatan tol masih sesuai dengan rencana awal. Dampak Covid-19, baru mulai terasa di beberapa ruas di area Jakarta. Hal itu pun baru dirasakan pada akhir Maret 2020.

Dengan demikian, kata Krist, performa sektor jalan tol pada kuartal pertama 2020 (Januari-Maret) seharusnya masih terjaga dan sesuai dengan rencana bisnis awal. Dia memprediksi, dampak Covid-19 akan menggerus bisnis pada kuartal II-2020.

Meski ATI belum memiliki laporan komprehensif terkait kinerja jalan tol pada kuartal pertama (Januari-Maret 2020), tetapi secara garis besar kinerja sektor jalan tol pada kuartal ini masih sesuai dengan rencana kerja awal.

Bahkan, lanjut Krist beberapa tol yang masih dalam tahap konstruksi menunjukkan progres yang menggembirakan, misalnya di ruas Manado-Bitung, Tol Trans Sumatera segmen Pekanbaru-Dumai dan segmen Kayu Agung-Palembang-Betung, ruas Pandaan-Malang, ruas Depok-Antasari, ruas Cimanggis-Cibitung, ruas Balikpapan-Samarinda, ruas Cisundawu, Ruas Legundi-Bunder, dan ruas Sigli-Aceh.

Demikian juga beberapa proyek inisiasi baru yang sudah mulai diintroduksi oleh pemerintah, seperti ruas Jogja-Solo, ruas Bawen-Jogja, ruas Bogor-Serpong, ruas Cikunir-Karawaci, ruas Kamal-Teluk Naga, dan sebagainya.

Senada dengan Krist, Danang juga menyampaikan hal serupa. Menurut dia, dari data yang diterima, beberapa tol konstruksi telah mengusulkan perubahan jadwal konstruksi hingga dua bulan. Namun demikian, usulan tersebut diyakini tidak akan mengubah jadwal pengoperasian karena para kontraktor merencanakan percepatan apabila Covid-19 sudah mereda.

Krist menyatakan pihaknya terus memantau dampak Covid-19 ini terhadap bisnis jalan tol. Terutama setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik lebaran 2020 yang dimulai 24 April hingga 31 Mei 2020, setelah sebelumnya menerapkan PSBB di beberapa wilayah, seperti DKI Jakarta dan daerah penyangganya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya Raya, dan sebagainya.

Penerapan kebijakan ini, disadari Krist, secara umum telah menyebabkan penurunan lalu lintas harian (LHR) hingga 60% di sebagian besar ruas tol jika dibanding tahun lalu. Penurunan LHR tentu kata dia akan memengaruhi total revenue yang bervariasi di setiap BUJT.

 

Strategi Astra Infra

Krist yang juga CEO Toll Road Business Group Astra Infra memperkirakan, dampak penyebaran wabah Covid19 juga akan berpengaruh terhadap ruas-ruas yang dimiliki Astra Infra.

Tercatat, sejak penerapan work from home (WFH) pertengahan Maret lalu, Astra Infra mulai merasakan tren penurunan volume kendaraan yang cukup besar. Untuk mengatasi tren negatif tersebut, Astra Infra menyiapkan langkah strategis baik jangka pendek maupun menengah tergantung berapa lama pandemi Covid-19 ini berlangsung.

Langkah strategis tersebut diantaranya strategi investasi yang hati-hati dan bijaksana menyesuaikan dengan dinamika lingkungan bisnis yang ada. Selain itu, strategi penciptaan nilai melalui optimalisasi aset yang dimiliki perusahaan serta mendisiplinkan finansial dalam memprioritaskan opex/capex untuk menjaga likuditas yang baik.

"Sambil terus berkomunikasi dengan para stakeholder (terutama pemerintah dan pihak kreditur) untuk mendapatkan solusi finansial terbaik bagi semua pihak," tutur Krist.

Dia berharap, begitu situasi pandemik ini teratasi, berbekal fundamental yang dimiliki, Krist yakin bisnis perusahaan akan segera pulih dan ASTRA infra kembali menjadi bagian strategis dari anak bangsa, unsur kebanggaan bangsa, yang berkontribusi pada pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN