Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penyelesaian bentang panjang terakhir LRT Jabodebek. Foto; SP/Joanito De Saojoao

Penyelesaian bentang panjang terakhir LRT Jabodebek. Foto; SP/Joanito De Saojoao

Asyik, LRT Jabodebek Garapan Adhi Karya (ADHI) Bisa Dipakai Tahun Ini 

Jumat, 14 Januari 2022 | 13:46 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat progres pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek secara keseluruhan mencapai 88,69% per 31 Desember 2021.

Rincian progres untuk masing-masing lintas, yakni lintas pelayanan Cawang-Cibubur 94,08%; lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas 88,76%; lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur 92,73%; dan lintas pelayanan depo 62,57%. Saat ini, terdapat 27 kereta LRT Jabodebek sudah diletakan di sepanjang lintas pelayanan I.

“Kini, pengaktifan listrik telah dilakukan di sepanjang lintas pelayanan I dan II sehingga kereta akan dipindahkan secara bergilir dari lintas pelayanan I menuju lintas pelayanan II,” jelas manajemen Adhi Karya dalam situs resminya dikutip pada Jumat (14/1).

Baca juga: Beroperasi Tanpa Masinis, KAI Tetap Siapkan Train Attendant LRT Jabodebek

Adapun dalam proyek LRT Jabodebek, Adhi Karya dipercaya sebagai kontraktor yang membangun prasarana. Bertindak selaku penyelenggara proyek adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui penugasan dari pemerintah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2017. Dalam Perpres tersebut pula disebutkan, KAI dapat memperoleh dukungan pemerintah berupa pemberian PMN.

Baru-baru ini, KAI resmi memperoleh PMN senilai total Rp 6,9 triliun, di mana Rp 2,6 triliun digunakan untuk LRT Jabodebek dan Rp 4,3 triliun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Dana PMN sebesar Rp 2,6 triliun untuk LRT Jabodebek akan digunakan untuk cost overrun akibat keterlambatan pembebasan lahan depo yang berdampak pada peningkatan biaya pra-operasi, biaya interest during construction, dan biaya-biaya lainnya.

Baca juga: LRT Jabodebek Siap Beroperasi, Proyek LRT City Green Avenue Oversold

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo belum lama ini menjelaskan, LRT Jabodebek ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2022.

"KAI akan terus mengawal jalannya proyek strategis nasional berbasis perkeretaapian ini agar dapat beroperasi tepat waktu dengan tetap memperhatikan unsur-unsur tata kelola perusahaan yang baik," ungkap Didiek.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN