Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Basuki Hadimuljono. Foto: IST

Basuki Hadimuljono. Foto: IST

Backlog Perumahan Masih Ada 8 Juta

Imam Mudzakir, Senin, 26 Agustus 2019 | 22:50 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, penyediaan perumahan bagi rakyat tidak mudah dan membutuhkan waktu. Perlu dukungan semua stakeholder. Karena saat ini kekurangan rumah (backlog) sekitar 8 juta rumah.

Backlog perumahan kita masih ada sekitar 7-8 juta rumah lagi, meski wakil Presiden pertama kita, Pak Hatta bahwa penyediaan rumah tidak mungkin bisa diselesaikan dalam waktu 50 tahun, jadi untuk menyediakan perumahan tidak gampang,” kata Basuki, di sela acara Sarasehan dan peluncuran buku Sejarah Perumahan, di gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (26/8).

Karena itu, kata Basuki, dirinya meminta masukan kepada para senior yang telah lebih dahulu mengurusi soal perumahan, agar bisa dijadikan evaluasi pemerintah dalam lima tahun ke depan.

“Saya berharap sarasehan buku sejarah juga bisa dimanfaatkan dari bapak Senior, untuk evaluasi kami dalam 5 tahun kabinet kerja dan juga evaluasi program lima tahun ke depan,” kata Basuki.

Kegiatan Sarasehan dan Peluncuran Buku Sejarah Perumahan serta Kamus Istilah Perumahan merupakan salah satu acara dalam rangkaian Hapernas, dihadiri oleh pembicara yang telah berpengalaman memimpin sektor perumahan di pemerintahan era-nya masing-masing.

Seperti, Siswono Yudo Husodo (Menteri Perumahan Rakyat Periode 1988 - 1993), Akbar Tanjung (Menteri Perumahan Rakyat Periode 1993-1998), Suharso Monoarfa (Menteri Perumahan Rakyat Periode 2009-2011),

Kegiatan Sarasehan dan Peluncuran Buku Sejarah Perumahan serta Kamus Istilah Perumahan ini diharapkan dapat mendorong optimalisasi penguatan pondasi pengalaman serta pemahaman mengenai sejarah dan pengetahuan mengenai sektor perumahan yang kemudian dapat menjadi modal bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas pengembangan program dan kegiatan sektor perumahan untuk menciptakan rumah yang layak huni dan pemenuhan backlog bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, dalam acara Sarasehan ini, memberikan dampak posiitf bagi sektor perumahan, terutama untuk regulasi ke depan. Karena kebutuhan rumah bagi rakyat ini sangat komplek dan kita harus mengenal sejak awal sektor perumahan kita agar ke depan jelas arahnya.

“Saya kira ini sangat positif sekali, karena sejarah perumahan dan kamus perumahan ini bisa lebih jelas arah kita mau kemana sektor perumahan,” kata dia.

Karena backlog kita masih cukup tinggi dan kebutuhan rumah masyarakat setiap tahun terus meningkat dan dengan adanya acara ini, kegiatan sektor perumahan  lebih baik lagi ke depan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN