Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konfrensi Pers Badan POM terkait Intensifikasi Pengawasan Pangan Olahan digelar secara hybrid di Jakarta, Jumat (24/12/2021).

Konfrensi Pers Badan POM terkait Intensifikasi Pengawasan Pangan Olahan digelar secara hybrid di Jakarta, Jumat (24/12/2021).

Badan POM Pastikan Revisi Aturan BPA untuk Lindungi Masyarakat

Sabtu, 25 Desember 2021 | 16:14 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Penny K Lukito mengatakan, pihaknya sedang melakukan revisi aturan terkait penggunaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang mengandung zat kimia Bisphenol A (BPA) untuk melindungi masyarakat.

"Terkait aturan BPA, saat ini sedang berproses, sudah sampai tahap harmonisasi. Kami  tidak sembarang melakukan revisi untuk peraturan ada. Ini merupakan upaya BPOM untuk melindungi masyarakat," kata urai Penny saat menjawab pertanyaan wartawan dalam acara konferensi pers “Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022”, Jumat (24/12/2021).

Penny mengatakan, tugas dari pemerintah melindungi masyarakat tidak hanya pada masa ini tetapi juga masa yang lebih panjang dalam rangka mengutamakan kesehatan masyarakat. “Itu harus kita antisipasi dan kita cegah,” ucapnya.

Lebih lanjut Penny menegaskan, BPOM tidak bergerak asal-asalan dalam merevisi aturan tersebut, tetapi telah dilakukan sejak tahun 2019. Adapun revisi tersebut dalam rangka menyempurnakan aturan seputar galon guna ulang yang tercantum dalam aturan Kepala BPOM 20/2019 tentang migrasi.

"Revisi ini sudah dilakukan cukup panjang sejak 2019 melalui konsultasi dengan para pakar untuk mempelajari perubahan standar penggunaan di negara lain,” katanya.

Menurutnya, pelabelan AMDK di banyak negara sudah dilakukan untuk melindungi masyarakat setempat dari risiko kesehatan jangka panjang suatu produk.

Untuk itu, Penny mengajak para pelaku usaha seperti industri besar untuk melakukan usaha dengan tanggung jawab yang sama untuk melindungi masyarakat tidak hanya saat ini tetapi di masa depan.

“BPA memiliki risiko yang terkait dengan aspek kesehatan manusia berdasarkan data saintifik, sehingga memang standar harus kita perbaiki untuk aturan labeling,” ucapnya.

Dia juga menegaskan bahwa revisi yang dilakukan hanya akan menyasar industri besar. Sebab, produk air minum dalam kemasan industri besar bakal menyebar dalam jumlah banyak.
 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : -

BAGIKAN