Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: Humas BKPM

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: Humas BKPM

Bahlil: 2022, Indonesia Miliki Industri Mobil Listrik

Minggu, 19 Desember 2021 | 16:16 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

BALI, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang berupaya membangun industri mobil listrik di tanah air. Upaya peningkatan investasi untuk mobil listrik terus didorong termasuk menggaet investasi asing.

“Dalam renstra (rencana strategis) kita 2040 untuk mobil listrik memang di Indonesia sudah harus beralih. Langkah ini bukan baru rencana tetapi sudah berjalan. Pada Mei 2022 kita sudah punya industri mobil listrik pertama di dunia,“ ucap Bahlil dalam media gathering pada Sabtu (18/12).

Sejak tahun 2019 pemerintah sudah menjalankan upaya membangun industri mobil listrik. Pada tahun 2020 pemerintah mendorong perusahaan Hyundai asal Korea Selatan, untuk masuk ke Indonesia. Pemerintah juga menggandeng produsen baterai listrik dan industri kendaraan listrik dunia agar bisa membuka pabrik di Indonesia untuk menanamkan modal di Indonesia. Dia menuturkan Komitmen investasi juga sudah datang dari CATL asal Tiongkok dan Foxconn asal Taiwan.

"Foxconn juga akan bangun mobil listrik juga 2022. Sekarang ada CATL akan bangun pabrik baterai, tapi dia juga menggandeng pabrik mobil dari Tiongkok," kata Bahlil.

Pemerintah juga berencana untuk melakukan akuisisi per perusahaan mobil listrik asal Jerman. Di Indonesia sendiri terdapat Indonesia Battery Corporation(IBC) milik BUMN yang bertugas mengurus ekosistem baterai mobil dan mobil. IBC direncanakan akan melakukan akuisisi saham pabrik mobil di Jerman.

“Cuma dua kan caranya, kalau nggak bisa bangun, ya kita akuisisi. Namun dilakukan dengan harga ekonomis dan proses transparan,” ucap Bahlil.

Dia mengatakan Indonesia memiliki 22 sampai 24% cadangan nikel dunia. Nikel yang ada di Indonesia termasuk dalam kualitas tinggi. jarak lokasi tambang nikel Indonesia masih terhitung dekat ke pelabuhan sehingga ongkos produksinya jauh lebih ekonomis.

"Baterai mobil itu bahannya nikel, mangan, kobalt dan lithium. Dari empat itu, kita cuma tidak punya lithium. Jadi 85% bahan baku baterai mobil itu ada di negara kita. Makanya orang semua sedang obok-obok kita untuk kita ekspor barang ini. Kita nggak mau, " kata Bahlil.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN