Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (IST)

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (IST)

Bahlil: Investasi Besar dari 3 Negara Besar Bakal Masuk pada Kuartal IV

Selasa, 27 Juli 2021 | 14:30 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Indonesia akan segera menerima penanaman modal asing dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan (Korsel) pada tahun ini. Investasi dengan nilai yang besar ini bakal masuk pada kuartal IV-2021.

“Beberapa perusahaan sudah masuk, tapi komitmen saya kepada mereka (investor), untuk belum mengumumkannya, ditahan dulu. Jadi, pada waktunya akan saya sampaikan,” ujar Bahlil saat konferensi pers realisasi investasi kuartal II-2021, Selasa (27/7). Ia pun enggan menyebut sektor dan nilai investasi dari investasi itu.

Menurut dia, Kementerian Investasi belum akan memberikan data terkait ketiga negara yang berminat investasi di Indonesia jika  belum yakin 100% akan jalan. Ia memastikan, jika semua kejelasan dari ketiga investasi tersebut sudah didapat, akan segera diinformasikan.

Meski begitu, Bahlil memastikan bahwa nilai investasi yang akan dibawa ketiga negara tersebut cukup besar dan aliran modal ketiganya akan masuk pada kuartal IV-2021. Dengan demikian, ketiga investasi dari AS, Australia, dan Korea Selatan diharapkan menjadi salah satu katalis untuk mengejar target investasi sepanjang tahun ini yang ditetapkan Rp 900 triliun.

“Itu nanti di akhir 2021 mereka sudah realisasi, berapa angkanya dan siapa perusahaannya apa, nanti kita tunggu tanggal mainnya,” ujar Bahlil.

Menurut dia, kunci iklim investasi tahun ini sangat bergantung terhadap penanganan dan pengendalian Covid-19. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bahu-membahu dalam mengendalikan pandemi Covid-19 dan membangkitan optimisme pemulihan ekonomi. Sebab, lonjakan pandemi Covid-19 tidak hanya dialami di Indonesia melainkan oleh berbagai belahan dunia lain.

“Kita harus bahu-membahu bangkitkan optimisme menatap ekonomi ke arah yang lebih baik. Politik penting, perbedaan penting, tapi saya pikir lihat timing untuk melakukan. Sebab, saat bersamaan pemerintah telah diberikan perintah oleh Presiden dengan konsep rem dan gas, harus bisa berjalan dengan baik. Satu sisi kita perhatikan bagaimana penyelesaian Covid-19, di sisi lain ekonomi harus berjalan. Ini bukan pekerjaan mudah,” tegas dia.

Adapun pada semester I-2021 realisasi investasi dari AS sebesar US$ 800 juta, Australia sebesar US$ 100 juta, dan Korea Selatan sebesar US$ 1,1 miliar.

Secara keseluruhan, realisasi investasi pada semester I-2021 sebesar Rp 442,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 10% dibandingkan pencapaian sama tahun lalu sebesar Rp 402,6 triliun.

Komposisi realisasi investasi sepanjang Januari-Juni 2021 tersebut berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 228,5 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 214,3 triliun.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN