Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM dalam Investor Daily Summit 2021 hari ke-3 pada Sesi 9:  Menanti IPO Perusahaan Big Tech, Kamis (15/7/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM dalam Investor Daily Summit 2021 hari ke-3 pada Sesi 9: Menanti IPO Perusahaan Big Tech, Kamis (15/7/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Bahlil: Investasi Green Energy Miliaran Dolar AS Bakal Masuk Kaltara

Selasa, 27 Juli 2021 | 15:36 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan segera mendapatkan limpahan investasi hingga miliaran dolar Amerika Serikat (AS). Investasi yang berasal baik dari dalam maupun luar negeri itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan kawasan green energy.

“Bahkan kami sedang membangun industri green energy di Kalimantan Utara (Kaltara) secara besar-besaran. Investasinya billion US dolar. Nanti akan diumumkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi (Marinves) aja,” kata Bahlil saat konferensi pers realisasi investasi kuartal II-2021, Selasa (27/7). Proyek tersebut diharapkan bisa mendongkrak realisasi investasi tahun ini.

Lebih lanjut Bahlil menegaskan, proyek investasi green energy di Kalimantan Utara tersebut nantinya musti melibatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar proyek,sehingga bisa mendongkrak perekonomian daerah setempat. Hal ini juga telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Bahlil meyakini, kawasan green energy yang bersifat hilirisasi tersebut akan mampu terealisasi. Kendati begitu, ia masih enggan menjelaskan lebih detail terkait rencana investasi tersebut.

Di samping itu, ia memastikan akan terus berkomitmen untuk mendorong sebaran investasi hingga di luar Jawa untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong persebaran investasi hingga ke luar Jawa.

“Kemudian, perintah Presiden ke kami sejak kami jadi kepala BKPM waktu itu, memerintahkan agar mendorong investasi yang inklusif. Jangan mengurus yang besar-besar saja, UMKM harus diurus dan jangan hanya urus investasi di Pulau Jawa, tapi juga Luar Jawa. Kami konsisten jalankan itu,” tandas dia.

Secara keseluruhan, investasi di Pulau Jawa selama semester I-2021 tercatat Rp 214,53 triliun atau meningkat 2,7% (yoy). Sedangkan investasi di luar Jawa mencapai Rp 228,23 triliun atau meningkat hingga 17,8% (yoy).

Upaya untuk mendorong pemerataan investasi di luar Pulau Jawa dilakukan dengan beberapa strategi di antaranya pertama, memberikan insentif yang lebih menarik kepada investor yang akan menanamkan modal di luar Jawa.

Kedua, Kementerian Investasi membantu investor dalam menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi saat akan merealisasikan investasinya meliputi perizinan dan memberikan rasa aman terkait kondisi stabilitas politik dalam negeri.

“Selesaikan perasaan mereka, izin diselesaikan, dan berikan rasa keyakinan dan stabilitas politik keamanan di sana agar implementasi investasi berjalan. Strateginya kami harus datangi satu-satu. Kami yakinkan mereka kasih insentif, kasih izin, jangan ada palak-palak. Kalau perusahaan datang sudah palak duluan, yaa susah mereka datang ke daerah,” ucap dia.

Menurut Bahlil. berbagai strategi dan upaya akan dilakukan pihaknya untuk menarik investasi di luar Jawa, pasalnya selama ini investor masih cenderung memilih investasi di Pulau Jawa. Ini di antaranya dikarenakan infrastruktur yang sudah memadai.

Oleh karena itu, Bahlil menyebut, hilirisasi industri juga akan digenjot di luar Jawa, pasalnya selama pandemi Covid-19, sektor hilirisasi tidak berdampak terkait minat investasi.

“Terkait persoalan luar Jawa, strategi yang dibuat, dari awal saya sampaikan bahwa pikiran Presiden tentang transformasi ekonomi harus dilakukan hilirisasi dan hilirisasi selama ini mereka bangun hanya mohon maaf daerah-daerah yang infrastruktur sudah bagus di Pulau Jawa,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN