Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Titik Nol Nusantara

Titik Nol Nusantara

Bahlil Klaim Sejumlah CEO Global Tertarik Investasi di IKN

Rabu, 18 Mei 2022 | 21:53 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengeklaim, sejumlah chief executive officer (CEO) perusahaan global berminat untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Meski demikian, data akurat CEO perusahaan yang tertarik ingin berinvestasi di IKN Nusantara belum bisa diumumkan.

"Kemarin beberapa CEO dari beberapa perusahaan juga menanyakan tentang bagaimana perencanaan investasi di IKN. Harus jujur saya katakan bahwa ada beberapa yang berminat tetapi masih belum bisa diumumkan dengan baik. Kami berprinsip, hanya kepada Tuhan kami percaya dan manusia butuh data," ujar Bahlil, Selasa (17/5/2022).

Ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang mendorong CEO perusahaan global ingin berinvestasi di IKN. Pertama, saat ini dunia sedang mendorong pembangunan wilayah kota yang ramah lingkungan dan menggunakan energi terbarukan. Hal tersebut disebut bisa ditemukan dalam pembangunan IKN.

"IKN memiliki itu semua karena daerahnya masih hijau sekali, dan kita sudah sepakat di sana memakai green energy. Nah, dua hal ini yang menjadi pertimbangan bagi CEO dunia," ujar Bahlil Kedua, pemerintah melibatkan banyak pihak, bahkan 60 ribu orang akan pindah IKN. Kemudian harga tanah di IKN masih terjangkau, hal ini menjadi nilai positif bagi investor.

"Harga tanah terjangkau kalau bangun kota modern. Jadi, ini menjadi tawaran positif bagi investor untuk melakukan investasi di IKN. Bahkan pemerintah turut hadir membantu dan mengurus bagi seluruh investor melakukan penanaman modal di IKN," tegas dia.

Ia menegaskan, investasi di IKN tidak hanya berasal dari luar negeri tetapi juga dalam negeri. "Saya agak tidak bersepakat bahwa seolah-olah yang melakukan investasi di IKN itu hanya modal asing, tetapi modal dalam negeri juga tinggi. Dari hampir Rp 500 triliun, catatan saya itu kurang lebih sekitar 20 sampai 30% akan dibiayai dari investasi dalam negeri," ujar Bahlil.

Dengan berbagai faktor dan pertimbangan tersebut, investor asing merasa lebih yakin proses pembangunan IKN dapat diwujudkan dengan baik. Apalagi pembangunan IKN dilakukan bertahap dan berkelanjutan. Jadi, kalau sudah diatur perencanaan dengan metodologi yang tepat pasti para investor akan mau menanamkan modal di Indonesia.

Selain itu, Bahlil mengatakan bahwa investor asing memberikan respons positif terhadap perubahan yang dilakukan pemerintah dalam mengurus dan memberikan kemudahan dalam perizinan investasi di Indonesia. Aturan yang tercantum dalam UU Cipta Kerja itu disebut membuat perizinan investasi di Indonesia menjadi lebih cepat dan efisien.

"Pertemuan CEO dengan Bapak Presiden dalam implementasi terhadap UU Ciptaker Omnibus Law, investor dari AS menyatakan sangat puas dan memberikan respons yang positif terhadap perubahan substantif yang dilakukan pemerintah Indonesia," tutup Bahlil.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN