Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Tengah) dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Senin (26/09/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Tengah) dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Senin (26/09/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Bahlil: Kompendium Bali Perkuat Kebijakan Hilirisasi Komoditas Tambang Indonesia

Senin, 26 September 2022 | 18:13 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, dengan adanya kesepakatan Kompendium Bali, Indonesia dan negara berkembang lainnya yang tergabung dalam negara anggota G20 tidak bisa menerima intervensi dari negara lain. Termasuk dalam upaya pemerintah melakukan hilirisasi produk tambang. Indonesia bisa memiliki kedaulatan tersendiri dalam menjalankan kegiatan perdagangan hingga melakukan pelarangan ekspor.

“Kompendium Bali adalah jalan tengah menuju secercah harapan agar negara lain tidak boleh intervensi kita. Kenapa? Dengan kesepakatan hilirisasi, dengan kesepakatan Kompendium Bali, maka ini semacam ada pemahaman baru yang dilakukan oleh negara-negara G20 untuk menghargai negara masing-masing,” ucap Bahlil dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Senin (26/9/2022).

Baca juga: Bahlil: Nilai Kemudahan Berinvestasi RI dengan Singapura Hanya Terpaut Satu Poin

Bahlil menuturkan, Indonesia sebagai Presidensi G20 Indonesia berjuang keras dalam perundingan Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) G20 yang dilaksanakan pada 22-23 September 2022. Hal itu agar poin-poin yang ditetapkan dalam Kompendium Bali dapat disepakati bersama. Dalam perundingan sempat ada negara-negara yang masih keberatan tidak menyetujui isi dari Kompendium Bali.

"Menurut saya, tidak boleh lagi orang melarang kita untuk melarang ekspor komoditas kita. Jadi Kompendium Bali ini adalah satu instrumen kesepakatan global, yang tergabung dalam G20 untuk menghargai setiap kebijakan negara di internal," tutur Bahlil.

Dia mengatakan upaya pelarangan ekspor nikel baru langkah awal, nantinya pemerintah akan menjalankan kebijakan pelarangan ekspor bauksit dan timah. Saat ini Kementerian Investasi/BKPM sedang menggodok kajian dari sisi industri yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2022 dan akan mulai dijalankan pada 2023. 

Baca juga: Bahlil: Banyak Investor Berminat Masuk IKN

“Kenapa? Karena (nilai ekspor) pada 2014 kita cuma US$ 1,4 miliar dari nikel. Sekarang itu hasil ekspor kita dari hilirisasi nikel sudah mencapai US$ 25 miliar sampai dengan bulan Agustus. Target kita di 2022 akhir sekitar U$ 28 sampai US$ 30 miliar,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal Kementerian Investasi/ BKPM Riyatno mengatakan dalam kesepakatan Kompendium Bali negara maju dan negara berkembang sama-sama menyetujui bahwa hilirisasi nilai tambah disepakati. Dengan adanya kesepakatan tersebut tidak akan ada lagi pelarangan ekspor dari negara maju ke negara berkembang termasuk Indonesia.

“Jadi ini mestinya ini kesepakatan kita bersama di G20, mestinya gak bisa melarang bahwa negara berkembang gak boleh melakukan hilirisasi, karena ini sudah disepakati,” ucap Riyatno.

Baca juga: Dukung Kebangkitan Industri Pertambangan dan Konstruksi, Mercedes-Benz Sasar Pangsa Pasar Tumbuh Jadi Double Digit

Riyatno menjelaskan, kesepakatan yang tercatat dalam Kompendium Bali akan dibawa dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G 20 di Bali pada 15-16 November 2022. Dalam upaya penyusunan Kompendium Bali turut melibatkan Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development/UNCTAD).

“Ini kan kerjasama dengan UNCTAD dalam menyusun Bali Kompendium. UNCTAD meminta masukan atau pendapat kepada semua negara anggota G20. Ini semua dituangkan dalam Kompendium Bali,” kata Riyatno.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com