Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bahlil Lahadalia luncurkan buku.

Bahlil Lahadalia luncurkan buku.

Bahlil Siap Mundur Bila Target Peringkat EoDB Gagal Dicapai

Triyan Pangastuti, Rabu, 29 Januari 2020 | 16:42 WIB

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku siap mundur dari jabatannya pada tahun keempat, jika tidak mampu mendorong peningkatan kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB) mencapai peringkat 50 dari saat ini di posisi 73.

Ia mengatakan, sebelumnya mendapatkan pengarahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperbaiki kemudahan berusaha Indonesia menjadi di peringkat 40. Namun, ia menawar arahan dari Presiden itu sehingga target peringkat kemudahan berusaha diturunkan menjadi di posisi 50.

Ia menyadari bahwa perbaikan EoDB hingga di posisi 50 tidak bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun tetapi harus bertahap dalam beberapa tahun.

"KPI (key performance indikator) saya 50 bukan 40. Permintaan Presiden itu 40, saya tawar menjadi 50. Kalau 50 pada tahun ketiga, masuk tahun keempat tidak selesai, ya sudah saya mundur. Susah-susah banget," kata dia dalam konferensi pers di BKPM, Jakarta Selatan, (29/1/2020).

Menurut Bahlil, pejabat mesti tahu malu saat tidak bisa menyelesaikan arahan perintah Presiden RI dan memberikan hasil kerja yang memuaskan. Oleh karena itu, jika tidak mampu memberikan hasil kerja yang memuaskan, maka harus bersedia melepas jabatannya.

"Saya pikir, pejabat itu harus punya tahu malu juga. Kalau pejabat enggak (berkinerja) positif, ya tahu dirilah, jangan disuruh-suruh. Ini fair saja," tandas Bahlil.

BKPM menargetkan peningkatan perbaikan EoDB pada tahun 2021 naik menjadi di posisi 60. Melalui perbaikan regulasi yang telah dilakukan saat ini, Bahlil meyakini posisi tersebut dapat tercapai.

"Progres reformasi regulasi EoDB untuk 2021 tercatat 17 peraturan sudah terbit dan enam peraturan masih dalam proses," pungkas Bahlil.

 

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN