Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Ladang minyak Maurel & Prom di Mios, Bordeaux, Perancis. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ilustrasi: Ladang minyak Maurel & Prom di Mios, Bordeaux, Perancis. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Banjir Pasokan, Minyak WTI Anjlok 9,4%

Listyorini, Rabu, 8 April 2020 | 07:36 WIB

NEW YORK, Investor.id - Harga minyak kembali merosot pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Banjirnya pasokan minyak di tengah anjloknya permintaan akibat pendemi virus corona (Covid-19) membuat harga minyak tergelincir sangat dalam.

Sementara itu, investor semakin hati-hati atas ekspektasi bahwa produsen terbesar dunia akan segera menyetujui pengurangan produksi. Pada Kamis nanti, negara produsen terbesar minyak dan sekutunya (OPEC+) dijadwalkan akan bertemu untuk membahas pengurangan produksi minyak antara 10-15 juta barel per hari.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun US$ 2,45 per barel atau 9,4% menjadi US$ 23,63 dolar AS per barel, menjelang laporan persediaan minyak mentah mingguan AS. Sedangkan minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni, turun US$ 1,18 atau 3,6% menjadi US$ 31,87 per barel.

Data dari American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, menunjukkan stok minyak mentah melonjak sebesar 11,9 juta barel pekan lalu menjadi 473,8 juta barel. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi para analis yang memprediksi penambahan minyak hanya sekitar 9,3 juta barel.

Investor menunggu rilis data persediaan minyak pemerintah AS pada Rabu waktu setempat. "Saya tidak bisa memikirkan skenario dalam bentuk apa pun. Itu akan menjadi penumpukan minyak mentah raksasa,” kata Direktur Berjangka Energi Mizuho, Bob Yawger.

Pemasok-pemasok utama minyak mentah global, termasuk Arab Saudi dan Rusia, berencana bertemu pada Kamis (8/4/2020) untuk membahas pengurangan produksi. Tetapi beberapa menteri energi mengatakan mereka akan melakukannya hanya jika Amerika Serikat ikut bergabung dalam pemotongan produksi, sumber mengatakan kepada Reuters.

"Pasar mengindikasikan bahwa mereka menginginkan beberapa kepastian lebih lanjut tentang apakah Rusia dan Saudi akan mencapai kesepakatan untuk membatasi pasokan," kata Wakil Presiden Riset Pasar Tradition Energy, Gene McGillian di Stamford, Connecticut.

Setiap kesepakatan akhir tentang seberapa banyak OPEC+, akan mengekang produksi, tergantung pada volume yang ingin dipangkas oleh para produsen seperti Amerika Serikat, Kanada dan Brazil, kata sebuah sumber OPEC, Selasa (7/4/2020).

Presiden AS Donald Trump pada Senin (6/4/2020) mengatakan, OPEC tidak meminta AS untuk mendorong produsen minyak dalam negeri memangkas produksi guna menopang harga. Trump juga mengatakan produksi AS sudah turun.

Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), produksi minyak mentah AS diperkirakan turun 470.000 barel per hari (bph) dan akan diturunkan sekitar 1,3 juta bph pada 2020. Konsumsi bensin AS akan mencapai level terendah dalam 20 tahun pada kuartal kedua 2020.

Sumber : REUTERS

BAGIKAN