Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bank Dunia (World Bank). ( Foto: AFP )

Gedung Bank Dunia (World Bank). ( Foto: AFP )

Bank Dunia Dorong Pemerintah Indonesia Tingkatkan Peran Perempuan dalam Perekonomian

Kamis, 17 Juni 2021 | 23:29 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Bank Dunia mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam perekonomian. Hal ini bukan karena banyaknya jumlah penduduk perempuan di Indonesia namun karena tingginya potensi yang ada dari peningkatan perempuan ini.

“Memang potensinya besar sekali kita estimasi kan Indonesia bisa meningkatkan partisipasi angkatan kerja yaitu sebesar 59% pada tahun 2025 dan bisa ada peningkatan pertumbuhan yang sangat signifikan dengan partisipasi perempuan,” ucap ucap Lead Economist Bank Dunia  Habib Rab dalam acara peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects, pada Kamis (17/6).

Dia mengatakan untuk meningkatkan partisipasi perempuan membuuthkan  reformasi yang  menyeluruh untuk memfasiltiasi perempuan ke lapangan pekerjaan.

”Oleh karena itu kita perlu memikirkan sebuah kebijakan atau pelayanan yang mengurangi tanggung jawab perempuan,” ucapnya.

Febrio Kacaribu. Foto: IST
Febrio Kacaribu. Foto: IST

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu mengatakan perlu ada keseimbangan antara upaya meningkatkan peran perempuan dalam perekonomian dan peran perempuan di keluarga. Dia mengatakan pemerintah melihat hal ini melalui  insentif perempuan untuk bekerja  dan insentif unutk perusahaan yang mempekerjakan perempuan. keluarga dan anak-anak mereka masuk dalam perhitungan ini 

“Ketika kita memperkenalkan cuti berbayar bagi perempuan ini adalah satu hal penting yang perlu dimasukan dalam perhitungan kita.  Perlu kita upayakan adalah perawatan bagi anak, serta pendidikan dini bagi anak,” ucap Febrio.

Dia mengatakan  dari sisi perempuan sendiri harus ada kenyamanan ketika bekerja namun tetap menjaga anak. Dalam hal ini perusahaan bisa mempersiapkan tempat penitipan anak, sehingga anak tetap  terawat dengan baik saat ibunya bekerja. Namun hal ini juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Kita harus menyeimbangkan ini semua memastikan  partisipasi perempuan di angkatan kerja semakin kuat dan juga terlihat dari banyak sekali pemimpin di Indonesia yang merupakan perempuan ini bisa tercapai,” ucapnya.

Dia mengatakan kebijakan pemerintah selama pandemi ini juga sudah berpihak ke perempuan. Misalnya program bantuan sosial yang diberikan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta masyarakat kurang mampu. Sebagian besar UMKM dijalankan oleh perempuan. Ketika pemerintah membantu perempuan untuk bekerja dan juga meningkatkan partisipasi mereka dalam kewirausahaan mereka akan membantu keluarga mereka.

“Bantuan yang sifatnya untuk membentuk keluarga ataupun perusahaan itu dan 95-98% adalah perempuan, jadi ini  adalah bantalan yang sangat baik untuk keluarga. Biasanya ketika kita membantu keluarga artinya kita juga membantu perempuan,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN