Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekonomi Indonesia. Ilustrasi: IST

Ekonomi Indonesia. Ilustrasi: IST

Bank Dunia: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022 Bisa Capai 5%

Selasa, 28 September 2021 | 13:47 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan berada di kisaran 4,5% sampai 5,5%. Pemerintah diyakini mampu mengatasi dampak pandemi Covid-19. Penanganan di bidang kesehatan dinilai akan berdampak pada pemulihan ekonomi.

“Kami sangat optimis tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan itu bisa mendekati 5% dan ini menjadi satu perbaikan tersendiri,” ucap Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo dalam diskusi virtual pada Selasa (28/9).

Dia mengatakan, pemerintah memilih pendekatan yang bersifat hybrid yakni menerapkan pengetatan terhadap mobilitas untuk menangani kesehatan namun sekaligus tetap berusaha menopang perekonomian. Hal ini turut mendorong pemulihan ekonomi. Pemerintah Indonesia dinilai lebih maju untuk mengadakan program vaksinasi turut menjadi faktor dalam mendorong perekonomian karena pemulihan sangat bergantung pada kekebalan tubuh masyarakat.

Menurut dia, program vaksinasi yang terus dipercepat dan diakselerasi sekaligus masifnya upaya tracing, testing dan treatment sekaligus kampanye jaga jarak turut menjadi aspek dalam memulihkan ekonomi.

“Bila semua ini dilakukan kami optimistis Indonesia akan bisa mengatasi penyakit ini. Penyakit ini tidak akan hilang tapi langkah ini akan membangkitkan ekonomi,” ucap Aaditya.

Namun, pemerintah juga harus memperhatikan pemerataan dan anggaran vaksinasi. Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki wilayah luas dan jumlah penduduk banyak. “Ini adalah negara yang sangat terdesentralisasi sehingga mereka harus mampu melakukan lebih banyak hal untuk mengatasi terkait distribusi dan menghadapi anggaran vaksinasi,” kata Aaditya.

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia harus melakukan sejumlah pembenahan. Khususnya dalam bidang jaminan sosial perlu ada reformasi agar bisa menjangkau seluruh penduduk. Begitu juga dengan reformasi infrastruktur digital. Sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Infrastruktur digital akan membantu pemerintah untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih baik sehingga bisa terjadi efektivitas program jaminan nasional.

“Dukungan nanti bisa menyasar lebih baik sehingga bisa berkelanjutan, sehingga kita tidak memberikan dukungan kepada mereka yang tidak membutuhkannya dan nanti bisa memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN