Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen. (Arnoldus Kristianus/Investor Daily)

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen. (Arnoldus Kristianus/Investor Daily)

Bank Dunia Sarankan Empat Kebijakan untuk Pemulihan Ekonomi Indonesia

Kamis, 17 Juni 2021 | 14:10 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Bank Dunia menyarankan empat kebijakan agar Indonesia perekonomian Indonesia bisa pulih pascapandemi Covid-19. Kondisi pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak ke sektor kesehatan namun juga menyebabkan terjadinya resesi ekonomi.

Seluruh negara berupaya mengakhiri resesi secepat mungkin membangun ekonomi pascapandemi yang lebih kuat, memiliki ketahanan tinggi, dan lebih berkesinambungan.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen mengatakan resesi Indonesia lebih kecil dari tingkat dunia, namun jutaan orang kehilangan pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan yang lebih kecil. Sehingga 3 juta orang jatuh dalam lingkaran kemiskinan.

“Tentu saja situasi ini bisa lebih buruk namun respons kebijakan pemerintah berhasil menghindari outcome ekonomi dan outcome sosial yang lebih buruk,” kata Satu dalam peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects, pada Kamis (17/6/2021).

Rekomendasi pertama yaitu memutus mata rantai penyebaran virus, sebab hal ini menyelesaikan permasalahan di sektor kesehatan dan perekonomian. Memberikan vaksinasi dan upaya kesehatan menjadi utama untuk mengendalikan pandemi dan membangun rasa percaya dari pelaku ekonomi. Oleh karena itu pemerintah harus melakukan akselerasi vaksinasi. Pada saat yang sama testing dan tracing terus dilakukan. serta upaya untuk restriksi mobilisasi.

“Dengan adanya varian baru kita harus mampu menekan transmisinya,” ucap Satu.

Kedua, menjaga kebijakan moneter serta menstimulasi kredit untuk terus bertumbuh. Hal ini dilakukan dengan cara mengelola sektor keuangan serta beberapa kerentanan perbankan.

“Beberapa program untuk memberikan dukungan seperti subsidi suku bunga ini juga bisa digunakan untuk mendorong kredit,” ucapnya.

Ketiga, memberikan dukungan fiskal jangka pendek namun tetap menjaga kesinambungan fiskal di jangka menengah. Pemerintah juga harus memberikan dukungan terhadap rumah tangga miskin dan usaha kecil menengah sehingga pemulihan bisa berjalan dengan baik.

“Strategi fiskal jangka menengah akan memberi ruang fiskal dan meningkatkan rasa percaya dari investor. Pendapatan dari pajak sebagai bagian dari rencana ini tidak dapat dinafikan,” kata Satu.

Keempat, meningkatkan penciptaan lapangan kerja produktif baik bagi perempuan dan laki-laki. Pandemi memberikan tantangan lapangan pekerjaan bagi Indonesia. “Namun di masa krisis ini pemerintah dinilai punya peluang untuk reformasi dan menjadi lebih baik,” jelas dia.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN