Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Bank Dunia atau World Bank. ( Foto: Reuters )

Logo Bank Dunia atau World Bank. ( Foto: Reuters )

Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Global 2022 Jadi 4,1%

Rabu, 12 Januari 2022 | 11:08 WIB
Nasori

WASHINGTON, investor.id - Ekonomi global berada di jalur untuk tumbuh dengan direvisi turun menjadi 4,1% tahun ini di tengah gelombang baru pandemi, meningkatnya inflasi, dan berlanjutnya kemacetan rantai pasokan. Ini disampaikan Grup Bank Dunia dalam Prospek Ekonomi Global terbarunya yang dirilis pada Selasa (11/1/2022).

Menurut laporan setengah tahunan itu, prospek global "dibayangi oleh berbagai risiko penurunan," termasuk wabah Covid-19 yang diperbarui karena varian virus baru, kemungkinan ekspektasi inflasi yang tidak terkendali dan tekanan keuangan dalam konteks tingkat utang yang mencapai rekor tertinggi.

Setelah rebound ke sekitar 5,5% pada 2021, laporan tersebut mencatat, pertumbuhan global diperkirakan akan melambat tajam menjadi 4,1% pada 2022. Proyeksi terbaru untuk 2021 dan 2022 masing-masing 0,2 poin persentase lebih rendah dari perkiraan Juni lalu. Sedang pada 2023, ekonomi global diprediksi hanya tumbuh 3,2% karena permintaan yang menyusut, menyusul mulai dikuranginya dukungan fiskal dan moneter oleh beberapa negara di dunia.

Ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan tumbuh sebesar 5,6% pada 2021, dan moderat menjadi 3,7% tahun ini. Ekonomi Tiongkok diperkirakan tumbuh 8,0% pada 2021, dan melambat menjadi 5,1% tahun ini.

Laporan tersebut menyoroti bahwa pandemi Covid-19 telah meningkatkan ketimpangan pendapatan global, sebagian membalikkan kenaikan yang dicapai selama dua dekade sebelumnya.

Pada 2023, output tahunan diperkirakan akan tetap di bawah tren prapandemi di semua wilayah emerging market dan ekonomi berkembang (EMDE), berbeda dengan negara maju, di mana kesenjangan diproyeksikan akan tertutup.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN