Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lonjakan arus kendaraan hingga 41% dibanding kondisi normal.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lonjakan arus kendaraan hingga 41% dibanding kondisi normal.

Bank Mandiri Memperkirakan PDB Indonesia Kuartal I-2022 Tumbuh 4,95%

Sabtu, 7 Mei 2022 | 07:34 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2022 di angka 4,95% (yoy). Pencapaian ini sedikit di bawah pertumbuhan PDB kuartal IV-2022 yang sebesar 5,02% (yoy), namun melonjak dari kuartal sama tahun sebelumnya yang masih mengalami kontraksi 0,74%.

“Pemulihan permintaan domestik terlihat terus membaik didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat di tengah pelonggaran PPKM dan meluasnya vaksinasi, meskipun dampak terbatas dari pengetatan jangka pendek PPKM pada Februari 2022 karena lonjakan kasus varian Omicron,” ujar ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/5/2022).

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan bakal mengumumkan realisasi pertumbuhan PDB kuartal I-2022 pada Senin (9/2/2022) pekan depan.

Dari sisi penawaran, lanjut Faisal, PMI manufaktur pada tiga bulan pertama tahun ini konsisten dalam wilayah ekspansi (indeks di atas 50). Sementara itu, permintaan eksternal yang juga tetap solid mendukung kinerja ekspor.

Menurut dia, sumber utama pertumbuhan pada kuartal I-2022 diperkirakan lebih banyak berasal dari faktor domestik. “Kami memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan terus menguat menjadi 4,7 – 5,0% yoy di kuartal I-2022 (vs 3,55% yoy di kuartal IV-2021) karena kepercayaan konsumen tetap optimistis dan penjualan ritel terus tumbuh,” jelas Faisal.

Sementara itu, pengeluaran pemerintah diperkirakan berkontraksi sekitar 2,0% secara yoy (vs 5,25% yoy di kuartal IV-2021) sejalan dengan agenda konsolidasi fiskal seiring tanda-tanda percepatan pemulihan ekonomi yang semakin tampak. Konsolidasi fiskal di antaranya dilakukan dengan mengurangi stimulus untuk dukungan sosial dan kesehatan.

“Sedangkan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi diperkirakan tumbuh sekitar 5,2 – 5,5% secara yoy (vs 4,49% secara yoy di kuartal IV-21). Data konsumsi semen dan impor barang modal menunjukkan perbaikan. Permintaan eksternal tetap solid. Ekspor diperkirakan masih akan tumbuh double digit. Sementara itu, impor terlihat meningkat seiring dengan membaiknya kegiatan investasi,” papar Faisal.

Untuk keseluruhan tahun 2022, Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat. Indonesia bakal mencatat pertumbuhan PDB yang lebih tinggi pada tahun 2022 karena konsumsi swasta menguat seiring dengan pelonggaran PPKM yang meningkatkan mobilitas publik. Dengan demikian, pulihnya permintaan akan mendorong kegiatan produksi dan investasi.

Menurut Faisal, kebijakan fiskal yang tetap antisipatif, responsif, dan fleksibel; kebijakan moneter yang prostabilitas; dan langkah-langkah makroprudensial propertumbuhan akan terus menopang pemulihan ekonomi. “Kenaikan harga komoditas juga akan mendukung kinerja ekspor. Secara keseluruhan, kami memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,17% pada tahun 2022 (vs 3,69% pada tahun 2021),” pungkas Faisal.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN