Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produksi Mobil

Produksi Mobil

Bank Mandiri: Penjualan Mobil Tahun 2022 Akan Meningkat 5,2%

Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:22 WIB
Fajar Widhiyanto

JAKARTA, Investor.id - Penjualan mobil wholesale (pabrik ke dealer) tahun 2021 tumbuh 66,8% year on year (yoy). Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) penjualan mobil wholesale pada tahun 2021 tumbuh 66,8% dibandingkan penurunan sebesar -48,4% yoy full year di tahun 2020, dengan total penjualan 887 ribu unit.

Disampaikan Tim Riset Ekonomi PT Bank Mandiri Tbk, tingginya penjualan mobil di tahun 2021 tidak lepas dari insentif diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil penumpang yang berlaku dari bulan Maret – Desember 2021 dan pulihnya kepercayaan masyarakat (consumer confidence) seiring dengan pemulihan ekonomi akibat distribusi vaksin yang dimulai sejak awal tahun 2021.

Selain itu, tingginya harga-harga komoditas sepanjang tahun 2021 turut mendorong penjualan mobil niaga. Sebagai catatan, kinerja penjualan mobil penumpang pada tahun 2021 tumbuh sebesar 69,7% yoy dibandingkan penurunan -50,5% yoy full year di tahun 2020, dengan total penjualan 660 ribu unit, sementara kinerja penjualan mobil niaga tumbuh sebesar 58,9% yoy dibandingkan penurunan -41,5% yoy full year 2020 dengan total penjualan 227 ribu unit.

Sedangkan secara bulanan, penjualan mobil wholesale di bulan Desember 2021 tumbuh 69,2% yoy. Penjualan mobil wholesale bulan Desember 2021 tumbuh sebesar 69,2% yoy dibandingkan penurunan -34,8% pada Desember 2020, dengan total penjualan 96,7 ribu unit.

“Lonjakan pertumbuhan penjualan mobil di bulan Desember 2021 didorong oleh tingginya penjualan mobil penumpang menjelang berakhirnya insentif diskon PPnBM. Dengan berakhirnya insentif diskon PPnBM di bulan Desember 2021, masyarakat cenderung mempercepat rencana pembelian mobilnya ke bulan Desember 2021 sebelum harga-harga mobil kembali meningkat di tahun 2022,” demikian kantor Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri dalam risetnya yang dipublikasikan Jumat (14/1/2022).

Sebagai catatan, penjualan mobil penumpang pada Desember 2021 tumbuh 83,2% yoy dibandingkan minus 37,2% yoy pada Desember 2020 dengan total penjualan 74 ribu unit.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, angka tersebut tumbuh 15,7% month on month (mom), padahal penjualan mobil pada tahun-tahun sebelumnya cenderung turun menjelang akhir tahun. Sementara itu, penjualan mobil niaga pada bulan Desember 2021 hanya tumbuh 35,6% yoy berbanding pada Desember 2020 yang minus 28,2% yoy, dengan total penjualan 22,8 ribu unit.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, angka penjualan tersebut justru turun -3,5% mom. Tim riset ekonomi Bank Mandiri memperkirakan penjualan mobil di tahun 2022 akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi.

“Kami memperkirakan penjualan mobil di tahun 2022 akan meningkat 5,2% dengan total penjualan 933 ribu unit. Kami berpendapat bahwa hilangnya insentif diskon PPnBM di tahun 2022 menyebabkan harga-harga mobil meningkat. Namun, penurunan penjualan mobil akibat hilangnya insentif tersebut akan berlangsung sementara, mengingat faktor pemulihan ekonomi dan program vaksinasi yang terus berlanjut memiliki dampak yang lebih besar terhadap penjualan mobil. Di sisi lain, faktor risiko dari peningkatan kasus Covid-19 akibat varian Omicron memiliki bobot yang lebih tinggi dalam menekan penjualan mobil kedepannya,” demikian disampaikan Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri.

Tingginya bobot peningkatan kasus Covid-19 tidak lepas dari potensi turunnya kepercayaan masyarakat (consumer confidence) dan restriksi mobilitas yang akan kembali menekan laju pemulihan ekonomi nasional.


 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN