Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi saat mengunjungi Pura Tirta Empul di Gianyar, Bali.

Presiden Jokowi saat mengunjungi Pura Tirta Empul di Gianyar, Bali.

Bantu Pulihkan Ekonomi, Berikut 5 Aksi dalam Bali Guidelines

Kamis, 12 Mei 2022 | 12:20 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

LABUAN BAJO, investor.id - Delegasi G20 yang hadir secara daring pada The 1st Tourism Working Group 2022 sependapat bahwa penyusunan “Bali Guidelines” akan memberikan kontribusi dalam pemulihan ekonomi global yang berpusat pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

Penyusunan "Bali Guidelines" sendiri menjadi salah satu outcome document dari pelaksanaan Tourism Working Group. “Selama dua hari terakhir, kami telah berkumpul untuk mempertimbangkan bagaimana upaya dalam mendorong pemulihan pariwisata dan membuat pariwisata lebih inklusif dan tangguh melalui pedoman Bali dan lima garis tindakannya,” kata Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh, di Sudamala Resort, Labuan Bajo, NTT, Rabu malam (11/5/2022).

Negara anggota G20 telah menyampaikan pendapat hingga best practice yang mereka lakukan dalam menghadapi isu yang terdapat dalam “Bali Guidelines”, untuk nantinya dibahas kembali dalam Tourism Working Group Meeting yang kedua dan akan disepakati bersama pada Tourism Ministerial Meeting.

Baca juga: Kunjungan Wisman ke Bali Melonjak Drastis, Sinyal Positif Kebangkitan Industri Pariwisata

“Saya berharap dapat menyambut para delegasi G20 secara langsung di Bali pada 23 September 2022 dalam pertemuan kedua Tourism Working Group, yang akan diikuti oleh Tourism Ministerial Meeting pada 26 September 2022 dan perayaan World Tourism Day yang jatuh pada 27 September 2022,” ujar Frans.

Para delegasi sangat mendukung "Bali Guidelines" yang berpusat pada kesejahteraan masyarakat lokal serta pelaku ekonomi kreatif. “Kami akan memastikan bahwa pariwisata dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik. Termasuk, dengan memperluas peluang pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan, mengubah cara pelatihan kami di bidang pariwisata,” jelas Frans.

The 1st Tourism Working Group juga mendapat apresiasi dan respons yang positif dari para delegasi G20, negara tamu, dan organisasi internasional. “Atas nama tim kepresidenan Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua delegasi dari negara-negara anggota G20, serta organisasi internasional karena telah hadir virtual dan kontribusi penting Anda selama pertemuan ini," ujarnya.

Baca juga: Sandiaga Pastikan Ekonomi Indonesia Bangkit Lewat Sektor Pariwisata

Pada kesempatan tersebut, para delegasi G20 menyampaikan pendapat soal lima line of action yang menjadi fokus utama dalam forum The 1st Tourism Working Group. Di antaranya, isu human capital yang berkenaan dengan pekerjaan, skills, entrepreneurship, dan edukasi. Delegasi G20 sepakat agar meningkatkan pelatihan reskilling dan upskilling yang berkelanjutan.

Selanjutnya, pada line of action yang kedua, yaitu inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Fokus pada pembahasan ini adalah delegasi akan memperkuat digitalisasi pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Line of action yang ketiga yaitu women and youth empowerment. Fokus delegasi G20 pada isu ini adalah kesetaraan gender yang lebih baik dalam hal kompensasi dan representasi perempuan dalam peran kepemimpinan, serta menekankan pentingnya program pelatihan untuk mendukung pengusaha muda di bidang pariwisata.

Pada line of action yang keempat, yaitu climate action, biodiversity conservations, dan circular economy. Delegasi G20 berkomitmen untuk membuat pariwisata global yang berkelanjutan.

Baca juga: Rusia Pilih Hengkang dari Perserikatan Pariwisata Dunia, Apa Konsekuensinya?

Sedangkan line of action yang kelima, yakni kerangka kebijakan, tata kelola, dan investasi. Fokus delegasi G20 yaitu menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan bahwa investasi dalam pariwisata adalah investasi inklusif yang bermanfaat pada masyarakat.

"Kami telah mencatat semua yang poin dalam forum ini. Masukan serta intervensi para panelis sangat bermanfaat dalam penyempurnaan Bali Guidelines. Setelah ini, kami akan membagikan conclusion tersebut kepada semua delegasi,” tutup Frans.

Dalam kesempatan itu, Frans Teguh juga mengundang para delegasi ke acara berbagai side event G20, yaitu Asian Venture Philanthropy Network Conference di Bali pada 21-24 Juni 2022, International Wellness Tourism Conference and Festival di Solo pada 5-7 Agustus 2022, dan World Conference on Creative Economy di Bali pada 5-7 Oktober 2022.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN